Month: February 2017

Memotret Tata Kelola Ekonomi Arab Saudi

Posted on Updated on

MEMOTRET TATA KELOLA EKONOMI ARAB SAUDI

Oleh : M. Hatta., SE., MSI
Sebagai sebuah negara yang setiap tahun menerima tamu Allah SWT, naik Haji kata orang Indonesia, tentunya telah menjadi “keberuntungan” (different advantage) tersendiri  bagi Arab Saudi. Tidak kurang dari dua juta jiwa setiap tahunnya silih berganti datang ke makkah dan madinah. Dua buah kota suci ummat Islam yang jumlah pemeluknya mencapai 1,5 milyar lebih. 
Dari sisi ekonomi, Arab Saudi telah dikenal luas sebagai negara terbesar dalam produksi minyak mentah (crude oil) di dunia. Di Tahun 2015 saja misalnya, produksi minyak mentah Arab Saudi mencapai 9,713 juta barel/hari.
Di tahun 2014, GDP Arab Saudi mencapai US$ 752,459 milyar. Dengan nilai GDP yang begitu besar, dan jumlah penduduk hanya 30.89 juta orang, GDP perkepalanya (perkapita) tergolong sangat tinggi yaitu sebesar US$24,406. 
Cadangan devisa pun mencapai US$ 744,440 milyar (Total reserves, includes gold, current US$). Tidak salah kiranya jika Bank Dunia memasukkannya sebagai negara berpendapatan tinggi (high income non OECD).
Namun, bagaimana sesungguhnya bangunan riil perekonomian Arab Saudi?

Pertanyaan yang lebih penting lagi adalah Sudahkah bangunan ekonomi yang dibangun Arab Saudi sesuai dengan sunnah Nabi SAW, yang notabenenya adalah tempat kelahiran beliau?
Sistem moneter; Mata Uang
Sejak tahun 1950an, tepatnya 1953, Arab Saudi telah menerbitkan mata uang kertas (bank note) untuk pertama kalinya yang diberi nama riyal dengan sistem kurs fix exchange rate. Dimana US$ sebagai patokan (peg againts the US$) riyal. Artinya, pergerakan nilai mata uang riyal akan sangat berkaitan dg pergerakan mata uang dollar AS. Karenanya tidak heran jika uang riyal tampak stabil jika berhadapan dg dollar AS. Hanya saja, stabilitas tersebut bukanlah tanpa biaya. Arab Saudi wajib menyiapkan dollar AS dalam jumlah besar untuk bisa memastikan bahwa jumlah mata uangnya senantiasa mencukupi jika mata uang riyal dikonversi dengan dollar AS dalam suatu waktu.

Kebijakan fix exchange rate seperti ini sangatlah menguntungkan AS yang sangat mudah untuk mensupply dollar ke pasar dengan tangan hampa (tidak melakukan aktivitas ekonomi terlebih dahulu). Dalam kurun waktu tahun 2008 – 2015 saja, AS telah menambah supply dollar mencapai hampir US$ 3,7 triliun dengan sebutan quantitatif easing. Empat kali lebih besar dibandingkan dengan cadangan devisa Arab Saudi.
Dengan fakta U.S dollar yang demikian, Semestinya Arab Saudi hanya mau menerima emas sebagai harga dari minyak mentahnya, bukan lembaran kertas yang nyaris tanpa nilai sedikitpun seperti dollar AS.

Tercatat, aset cadangan emas Arab Saudi hanya sebesar SAR (Saudi Riyal) 1,624 milyar dari total devisa SAR 2,311 triliun.
Sudahlah menyalahi sunnah Nabi SAW dengan tidak menggunakan dinar dan dirham, kerugian dan kerusakan juga menimpa Arab Saudi secara nyata.
Tingkat Bunga Sebagai Kendali Keuangan dan Ekonomi
Sebagaimana halnya kebanyakan negara – negara di dunia, Arab Saudi mendasarkan pengendalian moneternya dengan suku bunga. Dalam hal ini, Arab Saudi menggunakan REPO Rate sebagai suku bunga acuan. Sejak awal tahun 2009 hingga sekarang otoritas moneter Arab Saudi (SAMA) menetapkan besaran suku bunga acuan sebesar 2%, turun 0,5% dari sebelumnya.
Untuk diketahui REPO atau Repurchase Options (agreement) adalah kesepakatan untuk membeli kembali instrument (surat berharga milik pemerintah) dalam periode relatif singkat (short term borrowing) yang telah dibeli oleh perbankan komersial dengan tingkat suku bunga acuan yang telah ditetapkan. 
Adapun besaran tingkat suku bunga itu sendiri bergantung kepada tingkat penawaran uang yang dikehendaki oleh bank sentral dalam rangaka mengelola sistem moneter sebuah negara.
Mengapa Arab Saudi menjadikan REPO Rate sebagai kendali ekonomi dan keuangan? Bukankah transaksi tersebut secara nyata merupakan transaksi ribawi yang dilarang keras oleh Islam. 
Bahkan, perbankan ribawi di arab saudi tumbuh subur dan menggurita. Seberapa suburnya perbankan ribawi di arab saudi bisa dilihat dari persentase interest margin to gross income (keuntungan bunga terhadap pendapatan kotor) yg hampir mencapai 70% setiap tahun.
Sebagai contoh adalah bank swasta yang bernama Saudi Britist Bank (SABB), keuntungan bersih bunga (net special commission income) tahun 2014 mencapai Saudi Riyal (SAR) 4,062 milyar. Di tahun sebelumnya, 2013, mencapai SAR 3,719 milyar.

Bank swasta lainnya yaitu Saudi Hollandi Bank (SHB), meraup keuntungan bunga bersih (net special commission income) mencapai SAR 1,966 milyar di tahun 2014. Di Tahun 2013 mencapai SAR 1,624 milyar.
Hal yang sama kita dapati pada bank Plat Merah yaitu National Commercial Bank (NCB). Pendapatan bersih bunga (net special commission income) tahun 2014 mencapai SAR 11,278 milyar dan tahun 2013 SAR 10,096 milyar.
Mengapa riba (bunga/interest) begitu tumbuh subur di Arab Saudi? Apakah sang Raja tidak mengetahui keharamannya? Begitu sulitkah bagi sang Raja mengambil kebijakan untuk melarang seluruh transaksi ribawi di Saudi? 
Terjangkit Hutang
Meskipun Arab Saudi sebagai surganya minyak mentah, namun ternyata tidak serta merta membawa kemandirian dan kekuatan bagi kerajaan tersebut. Sebagaimana dapat kita lihat dari jejak rekam Arab Saudi dalam hal berhutang. Padahal, jumlah penduduk yang harus diberikan pelayanan tidaklah sebesar jumlah penduduk negara lain yang hanya berjumlah lebih kurang 30 juta jiwa.
Tahun 2014, hutang Arab Saudi sebesar 1,5% terhadap GDP.  Di tahun 2015 telah mencapi 4% terhadap GDP. Diperkirakan besaran hutang akan semakin meningkat hingga 10%, 17%, dan 44% di tahun 2016, 2017, dan 2020 jika harga minyak mentah masih tetap bertahan di harga terendahnya.

Jauh sebelum tahun 2014, Arab Saudi sebenarnya sudah terjebak dengan hutang dan bahkan sangat parah. Tepatnya pada tahun 1999 yang mencapai 103.50% terhadap GDP.
Hutang sejatinya akan sangat mengganggu kedaulatan bagi sebuah negara. Apalagi hutang tersebut diambil dengan jalan transaksi ribawi. Dimata manusia dan negara lain menjadi rendah, dan di mata Allah SWT menjadi hina. 

Tidak sampai disitu saja, sebagai salah satu cara untuk menutup hutang tersebut, Arab Saudi juga telah mempertimbangkan untuk menjual (privatisasi) Saudi Arabian Oil Co (ARAMCO). 
Mengambil Pelajaran
Di mata banyak masyarakat, Arab Saudi sesungguhnya adalah negara yang telah mewakili atau representasi sebuah negara Islam yang ideal. Terlebih para pemimpin kerajaan tersebut seringkali secara aktif menyematkan dan mengkampanyekan bahwa kerajaan tersebut sebagai penjaga dua tanah suci ummat Islam. 

Namun siapa sangka, tata kelola ekonominya sangatlah jauh dari Islam. Menyimpang dari al Qur’an dan Sunnah Nabi SAW. Lantas bagaimana dengan sistem pemerintahannya yang berbentuk kerajaan, apakah juga menyimpang dari al Qur’an dan Sunnah Nabi SAW?

Imam Bukhori, An Nasa’I, Ibnu Abi Hatim dalam Tafsirnya menyatakan bahwa pada suatu hari Marwan bin Hakam berkhotbah di Masjid Madinah. Waktu itu ia menjadi Gubernur Hijaz yang ditunjuk oleh Mu’awiyah. Ia berkata:
إن الله قد أرى أمير المؤمنين في ولده يزيد رأيًا حسنًا وإن يستخلفه فقد استخلف أبو بكر وعمر، وفي لفظ: سنة أبي بكر وعمر
“Sesungguhnya Allah ta’ala telah memperlihatkan kepada Amir-u’l-Mu’minin (yakni Muawiyah) pandangan yang baik tentang Yazid, anaknya. Ia ingin menunjuk nya (Yazid bin Mu’awiyah) sebagai khalifah sebagaimana Abu Bakar dan ‘Umar telah memberikan kekuasaan, dalam lafadz lain: (sebagaimana) sunnah Abu Bakar dan Umar.
Abdurrahman bin Abu Bakar berkata:
سنة هرقل وقيصر، وإن أبا بكر والله ما جعلها في أحد من ولده ولا أحد من أهل بيته، ولاجعلها معاوية إلا رحمة وكرامة لولده
“Ini sunnah Hiraqlius dan Kaisar. Demi Allah, Abu Bakar tidak pernah menunjuk salah seorang anaknya atau salah seorang keluarganya untuk menjadi khalifah. Tidak lain Muawiyah hanya ingin memberikan kasih-sayang dan kehormatan kepada anaknya.”
Nabi saw. berpesan:
عَلَيْكُمْ بِسُنَّتِيْ وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ بَعْدِيْ تَمَسَّكُوْا بِهَا وَعَضُّوْا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ
“Kalian harus berpegang teguh dengan Sunnahku dan Sunnah para Khulafaur Rasyidin setelah aku. Berpegang teguhlah padanya dan gigitlah dengan gigi geraham (HR Ahmad, Abu Dawud, Ibn Majah, at-Tirmidzi dan dinyatakan sahih oleh al-Hakim. Dia berkata, “Berdasarkan syarat dua kitab Shahih [Bukhari dan Muslim]”.
Wallahu’alam bi ash-shawab

ANEKSASI ALAMIAH

Posted on

ANEKSASI ALAMIAH
by Zeng Wei Jian

Rabu, 22 Februari 2017, air belum surut sempurna. Ribuan korban banjir masi teracam berbagai bakteri. Lumpur menempel di dinding-dinding rumah. Relawan Anies Sandi berjibaku menolong korban banjir. FPI bersiaga di posko-posko banjir. Ahok datang ke arena skateboard Kalijodo. Bawa seribuan massa prohok rasis dan bayaran. Ahoker Iwan Bopeng yang dicari-cari tentara tidak keliatan.

Ahok meresmikan taman itu. Simbol kemenangan pemelintiran rasio dan Sinarmas. Megawati Sukarnoputeri dan Duta Besar Singapura hadir. Janggal, upacara taman dihadiri Ketua Partai besar dan duta besar. Pasti ada signifikansi di balik acara ini.

Proyek aneksi alamiah dan kolonialisme bertahap sedang berlangsung. Klik Ahok terbuka bilang hendak “mengsingapurakan” Jakarta. Peresmian Taman Kalijodo semacam peletakan batu pertamanya. Mereka sukses galang opini. Bahwa penggusuran adalah benar.

Singapuranisasi tidak berarti proyek kota modern dengan beton. Singapuranisasi berarti aneksasi alami dan gradual.

Di masa lalu, Singapura bernama Tamasek. Masuk orbit kerajaan Palembang dan Sriwijaya. Pengaruh Majapahit juga terasa. Sekitar abad 14, Sang Nila Utama jadi raja, belum banyak orang Tionghoa di sana.

Pelan-pelan, orang Tionghoa masuk. Saat ini jumlahnya 75%. Melayu jadi minoritas. Apalagi India Keling. Tionghoa menguasai ekonomi dan politik. Saking kuatnya dominasi Tionghoa, Malaysia harus melepas Singapura menjadi negara sendiri tahun 1963. Para penguasa Malaysia tidak berkutik. Mereka tidak ingin, dominasi Tionghoa meluas menguasai seluruh semenanjung Malaya.

Proses aneksasi alami dan gradual colonisation juga akan terjadi dengan proyek reklamasi. Pelan tapi pasti, beberapa generasi yang akan datang, Tionghoa akan menguasai Jakarta. Menguasai ibukota sama saja menguasai seluruh negeri. Bila daerah lain menolak ya rapopo. Minimal Jakarta bisa dikuasai. Pula reklamasi bisa tampung 2,5 juta orang. Ahok yang dibeking 5% Tionghoa lokal saja sanggup sedot 40% suara. Terlalu banyak komprador pribumi.

Persis zaman kolonial Belanda. VOC tidak datang untuk menjajah di fase awal. Mereka datang mencari rempah-rempah dan berdagang. Lama kelamaan, berkat bantuan komprador pribumi, mereka menguasai politik dan peradaban. Jangan biarkan NKRI dijajah kedua kalinya. Penjajahan itu dibuka dengan slogan pluralisme dan keberagaman. Jangan tertipu !

THE END

Bersungguh-sungguh Menjadi Hamba Allah SWT

Posted on Updated on

Oleh: Arief B. Iskandar

Tahukah kita, jantung yang ada dalam tubuh adalah alat pemompa yang amat menakjubkan. la bekerja terus tanpa henti sejak minggu ke-4 dari kehidupan manusia (di dalam rahim) hingga kernatiannya. Jika seseorang berumur 60 tahun, berarti selama itulah jantungnya tidak pernah berhenti bekerja memompa darah. Adakah pompa di dunia ini yang tahan bekerja selama 60 tahun tanpa henti?

Jantung manusia beratnya tidak lebih dari 250 gram. la berdenyut 70 kali permenit atau 100 ribu kali perhari. la menyemprotkan darah sebanyak 5 liter permenit atau 1.5 juta gallon pertahun — meskipun darah yang disemprotkan adalah yang itu-itu juga.

Alat pemompa yang menakjubkan ini mengirimkan darah ke selaput nadi, urat syaraf, dan pembuluh darah, yang jika semua itu diletakkan secara berurutan pada sebuah garis lurus maka panjangnya bisa mencapai 60-100 ribu mil!

Tahukah kita, Galaksi Bimasakti hanyalah salah satu galaksi (gugusan bintang) di dalam sistem tatasurya kita. Galaksi Bimasakti terdiri dari sekitar 200 miliar bintang. Para astronom memperkirakan bahwa di alam raya ini terdapat miliaran galaksi, dengan sekitar 1.000 triliun planet dan bintang. Setiap bintang atau galaksi berjalan pada orbitnya dengan kecepatan kira-kira 65.000 km perdetik. Di antara bintang- bintang itu ada yang berukuran ribuan kali besar matahari, yang jaraknya dari bumi adalah jutaan tahun cahaya. Satu tahun cahaya kira-kira 9.416 miliar km atau sekitar 10.000 tahun!

Itulah di antara tanda-tanda kemahakuasaan Allah SWT. Itulah ayat-ayat kauniyyah-Nya. Semua ayat-ayat kauniyyah itu pada akhirnya meneguhkan klaim Allah SWT sendiri (yang artinya):

Tidaklah Kami menciptakan langit dan bumi serta segala yang ada di antara keduanya dengan main-main (QS al- Anbiya’ [21]: 16).

Benar, Allah SWT tidak pernah bermain-main. Sebagaimana kata Einstein, Tuhan tidak sedang bermain dadu ketika menciptakan jagat raya ini. Artinya, Allah SWT menciptakan seluruh jagad raya ini dengan sungguh-sungguh. Allah SWT juga tentu tidak main-main ketika menurunkan ayat- ayat qawliyyah-Nya., yakni al- Quran. Al-Quran tidak lain adalah kalam (firman) Allah, Zat Yang Mahakuasa. Di dalamnya tidak secuil pun cacat-cela, yang membuktikan bahwa al-Quran— sebagaimana klaim-Nya—benar- benar berasal dari sisi-Nya:

Tidakkah kalian memperhatikan al-Quran? Seandainya al-Quran itu bukan dari sisi Allah, tentu mereka bakal menjumpai banyak pertentangan di dalamnya (TQS an-Nisa’ [4]: 82).

Jika Allah tidak pernah main-main dengan ayat-ayat kauniyyah-Nya. (penciptaan alam semesta), juga dengan ayat-ayat qawliyyah-Nya. (al-Quran), kita mendapati manusia malah sering ‘ bermain-main’ dan mempermainkan ayat-ayat Allah. Ketika Allah SWT tidak pernah main- main menciptakan jagad raya ini, termasuk manusia, kita mendapati banyak manusia justru sering ‘ bermain-main’ dengan kehidupannya; tidak serius dan bersungguh-sungguh menjalani tugasnya sebagai hamba Allah, yakni beribadah kepada-Nya dalam makna yang seluas-luasnya. Padahal bukankah ibadah (pengabdian kepada Allah) merupakan raison d’ etre penciptaan manusia?

Allah SWT berfirman (yang artinya):

Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku (TQS adz-Dzariyat [51]: 56).

Sebagai Muslim, kita tentu patut meneladani Nabi Muhammad saw. dan para Sahabatnya, yang senantiasa menjalani kehidupan ini dengan serius dan sungguh-sungguh, tanpa pernah bermain-main; terutama dalam urusan ibadah, dakwah, dan jihad.

Dalam urusan ibadah, kita tahu, Nabi Muhammad saw. adalah orang yang paling banyak melakukannya. Nabi saw. tidak pernah meninggalkan shalat malam, bahkan hingga kakinya sering bengkak-bengkak karena lamanya berdiri ketika shalat. Nabi pun orang yang paling banyak berpuasa, bahkan puasa wishal, karena begitu seringnya Beliau tidak menjumpai makanan di rumahnya. Nabi juga adalah orang yang paling banyak bertobat, tidak kurang dari 100 kali dalam sehari. Padahal beliau adalah orang yang ma’shum (terpelihara dari dosa) dan dijamin masuk surga.

Meski tidak sehebat Nabi saw., para Sahabat adalah orang-orang yang paling istimewa ibadahnya setelah beliau, tidak ada yang melebihi mereka. Mereka, misalnya, adalah orang- orang yang paling banyak mengkhatamkan al-Quran, paling tidak sebulan sekali, bahkan ada yang kurang dari itu. Menurut Utsman bin Affan ra., banyak Sahabat yang mengkhatamkan al-Quran seminggu sekali. Mereka antara lain Abdullah bin Mas’ ud, Ubay bin Kaab, dan Zaid bin Tsabit. Ustman ra. sendiri sering mengkhatamkan al-Quran hanya dalam waktu semalam. Itu sering ia lakukan dalam shalat malam. Semua itu menunjukkan bahwa Nabi saw. dan para Sahabat adalah orang-orang yang senantiasa serius dan bersungguh- sungguh dalam urusan ibadah; mereka tidak pernah main- main.

Bagaimana dengan dakwah mereka? Jangan ditanya. Nabi saw. dan para Sahabat adalah orang-orang yang telah menjadikan dakwah sebagai jalan hidup sekaligus ‘ jalan kematian’ mereka. Dengan kata lain, mereka hidup dan mati untuk dakwah. Sebagian besar usia mereka, termasuk harta dan jiwa mereka, diwakafkan di jalan dakwah demi menegakkan kalimat–kalimat Allah SWT.

Bagaimana dengan jihad mereka? Para Sahabat, sebagaimana sering diungkap, adalah orang- orang yang mencintai kematian (di jalan Allah) sebagaimana orang- orang kafir mencintai kehidupan.

Amr bin Jamuh hanyalah salah seorang Sahabat, di antara ribuan Sahabat, yang mencintai kematian itu. Dikisahkan, ia adalah orang yang sering dihalang-halangi untuk berjihad oleh saudara- saudaranya karena kakinya pincang. Rasul pun telah membolehkan-nya untuk tidak ikut berjihad karena ‘ udzur- nya. itu. Namun, karena keinginan dan kecintaannya yang luar biasa pada syahadah (mati syahid), ia terus mendesak Rasul saw. agar mengizinkannya berperang. Akhirnya, Rasul saw. pun mengizinkannya. Dengan penuh kegembiraan, Amr pun segera berlari menuju medan perang, berjibaku dengan gigih melawan musuh, hingga akhirnya terbunuh sebagai syahid.

Itulah secuil fragmen keseriusan dan kesungguhan salafusshalih dalam menjalani kehidupannya.

Bagaimana dengan kita? Sudahkah kita serius dan bersungguh-sungguh dalam hidup ini? Ataukah kita masih mengisi hidup ini dengan main-main?

Na’ udzu billah min dzalik!

Wa ma tawfiqi illa bilLah. []

JENIS-JENIS TEMAN

Posted on

Rabu 22 – 2 – 2017
*7 MACAM TEMAN* 
(hanya 1 yg sampai di akhirat)
1. *”Ta’aruffan”* yaitu teman kenal scr kebetulan, seperti bertemu di kereta, halte bis, cafe dll
2. *”Taariiihan”*yaitu teman krn faktor sejarah, seperti teman sekampung, sekost, se’almamater dll.
3. *”Ahammiyyatan”*yaitu teman krn kpentingan, (teman bisnis, politik dll)
4. *”Faarihan”*yaitu teman krn sehobi (hobby motor, nyanyi, futsal dll.)
5. *”Amalan”*yaitu teman krn profesi, seperti dokter, guru dll.
6. *”Aduwwan”*yaitu teman yg terlihat seperti baik, tp sebenarnya penuh kekebencian.. 
7. *”Hubban Iimaanan”* yaitu teman yg suka *MENGINGATKAN-mu* serta *MENGAJAK-mu* selalu ke jalan Allah Subhanahu Wa Ta’Ala
Dari ke 7 macam teman ini, no.1-6 akan sirna diakhirat, & yg tersisa hanya teman no.7
*-namun teman no.7 ini selalu dipandang sebelah mata, selain dinilai sok alim, juga tdk menghasilkan duniawi / materi*
padahal diakhirat nanti, temen no.7 inilah yg akan diberi SYAFAAT utk membantumu masuk ke dalam surgaNYA.. *persahabatan yang dilandaskan karena Allah (QS 49:10)*
*Apabila penghuni surga tdk menemui teman di dunianya, lalu bertanya kepada Allah Subhanahu Wa Ta’Ala :
*_”Yaa Rabb…kami tidak melihat sahabatku yang sewaktu di dunia, shalat bersama kami, puasa bersama kami dan berjuang bersama kami.”_*
Maka Allah Subhanahu Wa TaAla berseru  :

*_”Pergilah ke neraka, lalu keluarkan sahabatmu yang di hatinya ada iman walaupun hanya sebesar dzarrah.”_*

(HR Ibnu Mubarokh)
 Semoga Allah SWT bisa mengumpulkn kita diakhirat di dalam Jannah Firdaus-Nya*
ﺁَﻣِﻴـٍـِـﻦْ … ﺁَﻣِﻴـٍـِـﻦْ … ﺁَﻣِﻴـٍـِـﻦْ ﻳَﺂﺭَﺏْ ﺁﻟٌﻌَﺂﻟَﻤِِﻴِﻦْ

Aamiin..aamiin..

RASIONALITAS HUKUM SYARIAH

Posted on Updated on

(Renungan agak panjang sambil menunggu kereta. Jika berkenan membaca mohon diluangkan waktu sampai selesai agar tidak salah paham. Pembacaan sekilas sangat tidak direkomendasikan)

Orang sering mengira bahwa hukum syariah merupakan hukum yang tidak rasional, karena menyerahkan segala urusan publik kepada seuatu yang dianggap misterius dan tidak terverifikasi. Seakan manusia tidak mau berupaya serius, tidak mau berikhtiyar, meninggalkan daya kritis, dan nalar sehatnya, lalu menyerahkan dan meminta agar Tuhan ikut campur dalam menyelesaikan masalah-masalah publik. Bahkan ada yang mengatakan bahwa maraknya seruan penegakan syariah akhir-akhir ini, dipandang sebagai keputus-asaan dan kegagalan umat Islam dalam menjalani kompetisi hidup yang semakin sengit dengan umat-umat lain. Mandulnya umat Islam dalam perpolitikan global dan lokal, terpuruknya ekonomi di semua lini, dan rendahnya penguasaan sains dan teknologi, bahkan berujung pada dibantainya dan disudutkannya umat Islam di berbagai negara, dianggap sebagai bukti bahwa umat Islam sedang berada dalam kekalahan dan keputus-asaan akut. Ketidak-berdayaan mereka kemudian bukan diselesaikan dengan usaha yang sistematis dan ikhtiyar yang serius, tetapi diselesaikan dengan mengadu kepada hal gaib, dengan harapan masalah dapat diselesaikan persis seperti kehadiran jin pada cerita aladin, sementara mereka tidak berbuat apa-apa kecuali hanya bersila dengan mulut berkomat-kamit dan melantangkan kesetiaan pada tangan gaib tersebut. Sehingga, dikatakan, sikap umat Islam ini merupakan sikap kekanak-kanakan, persis seperti sikap anak cengeng, yang tak bisa menyelesaikan masalah, lalu mengadu kepada orang tuanya untuk ikut campur menyelesaikan permasalahan hidupnya.

Masih menurut mereka, masalah itu harus diselesaikan secara logis dan sesuai mekanisme alam, bukan mengadukannya ke tangan gaib, yaitu dengan mengumandangkan mantra-mantra syariah. Pemecahan masalah secara rasional bahkan dianggap sebagai kedewasaan berpikir dan ciri manusia modern, sebaliknya mengadukan masalah kepada tangan-tangan misterius yang tak terjangkau merupakan ciri masyarakat kuno dan terbelakang, yang malas berfikir, malas bekerja keras, dan tak berani menyelesaikan masalah dengan menatap masalah secara gentleman.

Terdapat beberapa pertanyaan menarik untuk diajukan di sini: benarkah syariah itu bukan sistem hukum yang rasional? Benarkah mengajukan syariah sebagai solusi adalah bukti kemalasan berpikir dan ketidak-mauan beriktiyar? Benarkah memperjuangkan syariah merupakan sikap kekanak-kanankan yang mengadukan masalah riil ke sesuatu yang dianggap misterius, serta karena keputus-asaan dan kekalahan bersaing?

Tulisan lumayan singkat ini akan membahas hal-hal krusial tersebut.

*****
Benarkah syariah Islam itu sistem hukum yang rasional?

Hukum syariah menurut definisinya adalah: khitabus syaari’ al muta’alliqu bi af’alil-ibad (seruan pembuat aturan –Allah dan Rasul-Nya– yang dipahami oleh manusia).

Dengan mencermati definisi hukum syariah tersebut, maka ada dua hal penting yang harus dipahami secara utuh: Pertama, tentang sumber hukum atau pembuat aturan, dan kedua tentang pemahaman manusia dan prosesnya.

Berbicara tentang hukum apapun, pasti bicara tentang sumber hukum dan proses memahami atau menggali hukum dari sumber hukumnya.

Tentang sumber hukum, tentu sumber-nya bermacam-macam. Dalam demokrasi sumbernya adalah manusia dan dalam syariah Islam sumbernya adalah wahyu pencipta alam. Pertanyaannya adalah mana yang lebih rasional?

Pembahasan secara rasional tentang: apakah manusia sebagai yang tertinggi ataukah pencipta alam sebagai yang paling tinggi sebagai sumber hukum, merupakan pembahasan tentang akidah yang membutuhkan pembahasan secara khusus dan butuh pembahasan yang sangat mendalam. Saya tidak membahasanya di sini. Insya Allah, saya akan membahasanya pada lain waktu.

Sekarang, diasumsikan pembahasan tentang akidah sudah selesai, yaitu bahwa menurut keyakinan demokrasi manusia adalah sesuatu tertinggi dan yang paling layak sebagai sumber hukum; sementara menurut keyakinan Islam, Tuhan pencipta alam adalah sesuatu tertinggi dan yang paling layak sebagai sumber hukum. OK, ini tidak kita bahas sekarang. Asumsikan saja, keduanya sama benarnya.

Berikutnya, jika Tuhan (Allah swt) dianggap sebagai sumber hukum oleh Islam dan manusia dianggap sebagai sumber hukum oleh demokrasi: mana wujud riilnya?

Maka Islam dengan sangat gambalng menjawab, bahwa sumber hukum pokok untuk hukum syariah adalah firman Allah termaktub di dalam al-qur’an. Sangat jelas dan terverifikasi. Al-qur’an adalah kitab yang jelas wujudnya. Surat-suratnya jelas. Ayat-ayatnya juga jelas. Orang yang beriman maupun yang ingkar dapat memegangnya. Sama sekali bukan ilusi, apalagi khayalan yang diada-adakan. Memang, banyak yang meragukan kebenaran al-qur’an. Itu masalah lain. Namun, dalam hal ini al-qur’an menjawab dengan sangat obyektif dan sangat fair, jika memang manusia meragukan al-qur’an, maka manusia diminta membuat yang semisal dengannya. Bahkan tidak usah semisal, tetapi cukup membuat satu surat saja yang isinya hanya tiga ayat. Tantangan ini bukan ditujukan kepada satu orang, tetapi seluruh manusia dan jin diminta berkolaborasi untuk membuat satu surat saja yang semisal. Ini tantangan yang ilmiah, obyektif, dan sangat fair.

Memang kita tidak harus percaya dengan al-qur’an, bahkan kita bisa aja mengolok-olok al-qur’an. Namun, harus digaris-bawahibahwa ketidak-percayaan kita dan olok-olok kita kepada al-qur’an, sama sekali bukan jawaban ilmiah atas tantangan al-qur’an. Al-qur’an hanya terbukti salah, jika ada yang mampu menjawab tantangannya. Selama tantangan al-qu’an tidak mampu dijawab, setinggi apapun ejekan kita atau sehebat apapus klaim prestasi kita, maka klaim al-qur’an bahwa ia adalah kalamullah tidak terpatahkan secara ilmiah dan rasional. Ini persis seperti klaim Einstein dalam teori relativitas, semua orang boleh menertawakan dan tak percaya, tetapi selama kita tak mampu membuktikan bahwa teorinya adalah salah, maka ketidak-percayaan kita dan penertawaan kita sama sekali tak ada nilainya secara ilmiah. Jadi singkatnya, al-quran sebagai sumber hukum itu jelas dan terverifikasi secara ilmiah. Ketidak-percayaan orang-orang sama sekali tidak menggugurkan pernyataan tersebut.

Sekarang, tentang demokrasi yang menyatakan manusia sebagai sumber hukum, kita uji secara ilmiah. Pertama kali tetap kita asumsikan bahwa manusia sebagai sumber hukum. Lalu, pertanyaannya, manusia yang mana yang jadi sumber hukum? Apakah ada satu KITAB (BUKU) yang ditulis oleh semua manusia yang menggambarkan kehendak manusia? Secara obyektif, jawaban pertanyaan ini, sangat mudah. Sebab, ternyata manusia itu banyak, tidak hanya satu, dan di dunia ini, tidak ada SATU BUKU yang ditulis oleh semua manusia. Di perpustakaan mana pun di dunia ini, kita tak akan menjumpainya.

Lalu, kegagalan membuktikan bahwa semua manusia sebagai sumber hukum, lalu dialihkan (ditransformasi) bahwa yang menjadi sumber hukum adalah mayoritas manusia. Jawaban ini tampaknya melegakan kita, tetapi ini sebetulnya tambah memusingkan kita. Jika sumber hukum adalah suara mayoritas manusia, berarti ada suara manusia lain yang harus dibuang dan tidak diakui. Berapa mayoritas itu? Secara matematis dijawab mayoritas adalah 50+1%. Berarti ada manusia lain (hingga sampai sekitar 49%) yang suaranya dinafikan. Padahal mereka sama-sama manusia. Dari sini secara alami, ada manusia yang dipertuhankan karena dianggap sebagai sumber hukum, tetapi ada manusia lain yang dianggap lawan tuhan, yang suaranya bertentangan dengan sumber hukum. Dengan demikian, tirnani mayoritas akan benar-benar ada secara konseptual pada sistem demokrasi ini.

Itu sama sekali kita tidak bicara tentang bagaimana membuktikan bahwa yang mayoritas itu benar? Bagaimana memverifikasinya? Apa alat ukurnya yang logis?

Ada yang menjawab: tidak usah terlalu filosofis, yang penting praktiknya. Tetapi, sebenarnya jawaban ini menggambarkan dengan SANGAT GAMBLANG bahwa secara KONSEPTUAL, demokrasi itu problematik dan dibangun di atas premis-premis yang tak logis. Bagaimana bisa dijawab “jangan terlalu filosofis”, padahal pertanyaan yang diajukan adalah tentang hal yang filosofis.

Bila kita bicara praktik, justru lebih parah lagi. Demokrasi dengan slogan: “dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat”, praktik riilnya justru “dari pengusaha, oleh pengusaha dan untuk pengusaha”. Ada yang mengatakan itu penyimpangan demokrasi, lalu pertanyaannya: mana contoh demokrasi yang tidak menyimpang, yang katanya: “dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat”?

Jadi, jawaban tentang sumber hukum, syariah jauh lebih dapat dipertanggung-jawabkan secara ilmiah dan logis, dibanding denan demokrasi dengan paradigma dasar manusia sebagai sumber hukum.

*****
Setelah bicara tentang sumber hukum, berikutnya kita akan beralih ke pembahasan penggalian hukum. Jadi, pembahasa kedua adalah tentang proses penggalian hukum sehingga hukum itu dapat dipahami dan diterapkan dalam realitas kehidupan.

Pengakuan umat Islam bahwa al-qur’an adalah sumber hukum (ditambah dengan sumber hukum lain yang ditunjukkan oleh al-qur’an seperti hadits, ijma shahabat dan qiyas syar’i) tidak lantas selesai dan hukum langsung diperoleh. Sekali lagi, ini baru bicara sumber hukum. Ibaratnya kita baru bicara tentang bahan makanan, belum bicara tentang proses memasaknya sehingga dapat dimakan.

Memang harus diakui bahwa ada sumber makanan yang dapat langsung dimakan tanpa proses memasak, tetapi sebagian besar makanan yang dimakan manusia adalah makanan yang sudah mengalami proses dimasak. Kacang adalah sumber makanan yang dapat langsung dimakan. Jika dimasak dan digabung dengan sumber lain, maka ada makanan baru yang bernama pecel, sayur, dan lain-lain. Sama dengan hukum Islam. Ada masalah yang jawaban hukumnya dapat diambil SECARA LANGSUNG dari al-qur’an, namun sebagian besar masalah jawaban hukum syariah Islam harus digali dari sumber hukum (al-qu’ran dan yang ditunjukkan olehnya).

Proses penggaliannya harus dilakukan dengan metode-metode yang jelas, yaitu metode TERSTRUKTUR dan TERTELUSUR. Prosesnya bukan dengan bim salabim, tetapi dengan proses yang sangat logis. Proses bukan semau gue. Proses bukan turun dari langit bersama turunnya hujan. Proses itu dinamakan proses ijtihad. Metode-metodenya terkodifikasi pada ilmu yang dinamakan ushul fiqih. Orang yang memahami hukum tidak boleh dengan teori POKOKNYA, tetapi harus proses penggalian yang terstruktur dan tertelusur.

Siapa saja yang ingin mengkaji bagaimana proses penggalian hukum, dapat mengkaji kitab-kitab ushul fiqih. Di sana dijelaskan dengan sangat gamblang bahwa ada ratusan ribu kaidah yang sangat TERSTRUKTUR DAN TERTELUSUR. Misalnya, ketika Allah memerintah manusia “makanlah”, bagaimana hukum syariah tentang “makan”, maka PERINTAH UNTUK makan tadi dapat bermakna “harus dilakukan (wajib)”, “sebaiknya dilakukan (sunnah)”, “terserah (mubah)”, “sebaiknya tidak dilakukan (makruh)”, dan “tidak boleh dilakukan (haram)”. Untuk memahami “teks” itu kita harus mengkaji semua indikasi dan korelasi yang terkait, lalu diambil keputusan hukum.

Jadi, mengatakan kembali ke hukum syariah, berarti meninggalkan proses berfikir kritis, MERUPAKAN PERNYATAAN ORANG YANG SAMA SEKALI TIDAK KRITIS. Pernyataan tersebut, sama sekali tidak merujuk pada fakta syariah Islam itu sendiri, tetapi hanya klaim tanpa bukti.

Mungkin banyak yang mengatakan bahwa syariah Islam itu tak logis, lalu dicontohkan yang paling mudah seperti haramnya babi. Lalu ditanyakan, mana logika tentang haramnya babi?

Pernyataan dan pertanyaan ini, sebetulnya pernyataan orang yang sangat tidak memahami duduk masalah yang terjadi, sehingga tidak ilmiah, sekaligus pertanyaan yang tidak logis dan tidak pada tempatnya. Sebab pertanyaan ini, mencampur antara sumber (bahan) dan proses. Sekedar contoh, seorang juru masak yang handal, jika ditanya mengapa makanan itu pedas? Tentu dia akan dengan mudah menjawab secara logis dan ilmiah bahwa makanan itu pedas karena dicampur cabai (atau sambal). Jika penanya tidak puas, lalu mengejar dengan pertanyaan: mengapa cabai pedas? Maka ini adalah pertanyaan tidak ilmiah yang ditujukan ke juru masak (atau koki). Pertanyaan ini sangat tidak layak ditujukan ke koki, sebab sudah mempertanyakan sumber, bukan proses pembuatan makanan. “Pertanyaan tersebut bukan pertanyaan untuk koki, tetapi pertanyaan tentang fakta lain yang perlu dijawab diforum lain”.

Babi haram atau tidak boleh dimakan, karena di dalam al-qur’an mengatakan “hurrimat” dan “al-khinzir”. Kata “hurrimat” setelah dikaji artinya adalah diharamkan, artinya tidak boleh dimakan. Sementara “al-khinzir” setelah dikaji menunjukkan fakta yaitu suatu hewan yang bernama babi. Inilah alasan logis proses memahami bahwa babi adalah haram. Jika ditanyakan lagi, apa alsan logis mengapa haram? Jawabnya: jangan tanya koki. Pertanyaan tersebut bukan pertanyaan tentang hukum syariah, tetapi pertanyaan tentang akidah. Jadi perlu forum lain untuk mambahas hal itu, yaitu pada forum akidah. Inilah jawaban yang logis.

Sebagai hasil proses, memang bisa jadi ada perbedaan hasil pemahaman. Mungkin ada yang mengatakan bahwa hukum sesuatu adalah “sunnah”, tetapi yang lain mengatakan bahwa hukum sesuatu itu “wajib”. Ada yag mengatakan berarti sama saja dengan demokrasi yang mengakui perbedaan. Jawabnya, sangat berbeda. Syariah itu berbeda pada proses dan hasil, bukan berbeda pada konsep filosofis. Sementara dalam demokrasi, perbedaan mulai dari hal yang fundamental, yaitu tentang sumber hukum.

Lalu bagaimana mengimplementasikan hukum yang berbeda dalam kehidupan? Apakah semua harus diseragamkan? Apakah semua harus dipaksakan?

Jika ada yang menjawab bahwa hukum syariah harus seragam, maka itu merupakan jawaban dari orang yang sama sekai tak paham hukum syariah.

Dipahami oleh umat Islam, bahwa jika perbedaan itu terjadi pada wilayah privat, maka hukum syariah itu berlaku bagi masing-masing individu. Bagi yang memahami memanjangkan jenggot adalah “wajib”, maka wajib baginya memanjangkan jenggot dan haram hukumnya memotonya. Bagi yang memahami bahwa memanjangkan jenggot adalah “sunnah”, maka baik baginya memanjangkan jenggot, tetapi tidak mengapa jika meotongnya. Tidak boleh ada pemaksaan dan penyeragaman dalam kasus seperti ini.

Sementara, jika perbedaan dalam wilayah publik, sementara di tengah-tengah publik ada orang yang diberi kewenangan untuk mengambil keputusan atas perbedaan, maka keputusan orang tersebutlah yang jadi hukum syariah bagi publik. Orang inilah yang disebut sebagai imam atau Khalifah. Kaidah yang sangat masyhur di tengah-tengah umat Islam, “amrul imam yarfa’ul khilaf (keputusan Imam dapat menghilangkan perbedaan)”. Dari mana kaidah ini, kaidah ini digali atau dimasak dari keputusan para sahabat Nabi, yang oleh al-qur’an dinyatakan memiliki otoritas hukum.

Apakah Imam boleh seenaknya dalam mengambil keputusan? Tentu saja tidak boleh. Imam ketika memutuskan harus bersumber pada sumber hukum yang dibenarkan, dan memproses hukum tersebut dengan metode yang terstruktur dan tertelusur. Jika keputusan tersebut dianggap keliru, maka sangat terbuka peluang untuk kritik atau meluruskan keputusan tersebut.

Singkatnya, hukum syariah itu bukan sesuatu yang tiba-tiba ada. Hukum syariah bukan berdasar sesuatu yang misterius apalagi berbau klenik. Tetapi sumber hukum syariah itu sesuatu yang sangat terverifikasi, mulai dari sumbernya, prosesnya, hingga produk hukumnya. Jika ada buku-buku dan kitab-kitab dari para ulama yang berisi himpunan hukum, tanpa menyebutkan proses penggaliannya, itu juga sama sekali tidak menunjukkan bahwa hukum itu datang dengan tiba-tiba. Sebab, buku atau kitab hukum apapun, memang gaya penulisannya bisa berbeda-beda. Ada yang disertai proses penggaliannya, dan ada yang tidak menyertakan prosesnya.

Jadi, sekali lagi, menyatakan hukum syariah sebagai upaya kemalasan berfikir, merupakan KEMALASAN BEFIKIR ITU SENDIRI. Menuduh orang lain tidak mandi, hanya karena dia tidak mandi, merupakan tuduhan keji yang sangat dijauhi oleh orang-orang yang berfikir kritis dan obyektif.

*****
Di atas tadi adalah pembahasan tentang pertanyaan: benarkah syariah itu bukan sistem hukum yang rasional?

Sekarang kita akan membahas pertanyaan kedua: Benarkah mengajukan syariah sebagai solusi adalah bukti kemalasan berpikir dan ketidak-mauan berikhtiyar?

Secara jujur harus dikatakan bahwa jawaban atas pertanyaan tersebut mungkin iya, mungkin juga tidak.

Memang, ada orang yang mengajukan syariah sebagai solusi hanya karena kemalasan berfikir. Mereka tidak tahu duduk masalah yang sebenarnya, kemudian hanya mengikuti trend dan orang-orang di sekitarnya yang menyuarakan syariah. Begitu syariah tidak laku, maka dia pun meninggalkan perjuangan syariah, layaknya barang dagangan. Namun, tidak semua orang begitu.

Tidak dipungkiri, banyak sekali orang yang mengajukan syariah, setelah mengkaji fakta syariah dan fakta berbagai problem-problem real, dan fakta atas solusi-solusi empirik yang ada. Dari kajian yang mendalam tersebut, akhirnya mereka menemukan bahwa solusi mendasar atas problem kemanusiaan adalah syariah.

Meraka sama sekali bukan malas berfikir, tetapi kesimpulan tersebut adalah capaian ujung dari proses berfikirnya yang menembus berbagai aliran-aliran dan madzhab-madzahab pemikiran. Meraka sama sekali bukan tak mau berikhtiyar, tetapi syariah adalah kesimpulan dari ikhtiyar akhir dalam memahami hakikat masalah dan solusinya.

Saat, ada orang mengalami keracunan saat makan pecel, misalnya, maka penyebab dan solusinya bisa sangat beragam. Jika yang salah adalah proses memasaknya, maka solusinya adalah memperbaiki proses memasaknya. Lalu perlu dilakukan upaya serius dan sungguh-sungguh agar proses memasaknya dapat dilakukan dengan benar. Tapi jika yang jadi masalah adalah kacangnya (sumbernya) yang beracun, maka metode masak yang paling canggih sekalipun akan tetap mengakibatkan keracunan. Maka dalam hal ini, solusi yang sesungghnya bukan menawarkan cara memasaknya yang baik, tetapi mempermasalahkan sumber yang ada, kemudian mencari sumber kacang lain yang terbukti baik. Kita katakan bahwa selama sumber kacangnya beracun, maka dimasak dengan cara apapun akan menyebabkan keracunan.

Ini bukan kesimpulan orang yang malas berfikir, atau malas berikhtiyar. Sebaliknya, ini adalah kesimpulan dari orang yang benar-benar mau berfikir secara mendalam dan beriktiyar sescara penuh. Mereka berani menghadapi kemungkinan apapun sumber masalah, baik masalah itu adalah masalah mendasar atau masalah artifisial. Orang yang malas berfikir, sejak awal justru membatasi masalah hanya dengan masalah artifisial, karena disadari masalah artifisial jauh lebih mudah diselesaikan dibanding masalah fundamental.

Orang yang menyuarakan bahwa solusi atas kehidupan umat Islam dan umat manusia adalah syariah, sama sekali bukan didasarkan atas kemalasan berfikir atau kemalasan beriktiyar. Justru karena mereka sadar sesadar-sadarnya, setelah berfikir dan berfikir, merenung dan merenung, berikhtiyar dan berikhtiyar.

*****
Sekarang kita beralih ke petanyaan ketiga: Benarkah memperjuangkan syariah merupakan sikap kekanak-kanankan dan karena keputus-asaan dan kekalahan bersaing?

Jawabnya seperti pertanyaan kedua: bisa iya bisa tidak.

Ingin disampaikan secara jujur di sini, bahwa orang-orang yang menyerukan syariah tidak berfikir bahwa syariah hanya akan membawa kebaikan (katakanlah kemenangan) bagi dirinya atau kelompoknya, tetapi visi perjuangannya adalah untuk umat manusia.

Jika ada anggapan bahwa perjuangan syariah karena didorong ambisi individu atau kelompok atau ambis umat Islam yang berwawasan sempit, maka itu anggapan yang tidak sesuai realitas. Tentu boleh-boleh saja punya anggapan apapun kepada orang lain. Tetapi realitasnya, tidak ada ambisi pribadi, kelompok, atau hanya untuk umat Islam. Wawasan umat Islam yang memperuangkan syariah Islam adalah visi global kemnusia, bukan hanya itu tetapi mengabungkan visi dunia dan akhirat.

Perjuangan penegakan syariah didorong oleh niat tulus dari hati yang paling dalam dan hasi pemikiran jernih, bahwa perjuangannya adalah visi hidupnya sebagai manusia, makhluk ciptaan Allah. Tidak ada urusan menang atau kalah dari umat dan bangsa lain.

Jika saat ini (saat meninggalkan syariah) umat Islam kalah dengan bangsa lain, itu tidak menjadi visi utamanya bahwa agar tidak kalah, tetapi itu hanya menjadi tambahan fakta bahwa saat umat Islam meninggalkan syariah, mereka jadi bulan-bulanan. Tetapi, perlu kita ingat, bahwa yang jadi bulan-bulanan bukan hanya umat Islam. Tetapi umat-umat dan bangsa-bangsa lan di dunia juga menjadi budak atas manusia dan bangsa lainnya. Kelaparan dan tragedi kemanusia di Afrika misalnya, bukan karena mereka umat Islam, tetapi karena dunia kapitalis memang sama sekali tidak peduli dengan mereka. Bahkan di negera-negara kapitalis, rakyat sendiri yang lemah, juga akan dikorbankan. Kapitalalis dunia hanya peduli satu hal, yaitu dikuasainya kekayaan-kekayaan alam dunia. Mereka hanya mengenal dua istilah: memakan atau dimakan.

Kemudian jika dikatakan bahwa umat Islam yang menyuarakan syariah adalah orang-orang putus-asa, maka tentu tidak dibenarkan oleh realita. Orang yang putus asa tidak akan mau berjuang, apalagi memperjuangkan sesuatu yang berlawanan dengan mainstream.

Justru sebaliknya, mereka yang meninggalkan syariah, karena dianggap tidak laku dan tidak akan diakui dunia, itulah yang putus asa. Mereka berjuang dan bersuara bukan didasari oleh visi besar, tetapi berjuang hanya demi kata “yang lebih mudah”, “lebih diterima”, atau “lebih populis”. Hanya orang-orang putus asa aja yang melakukan hal itu.

Jika dikatakan bahwa perjuangan syariah adalah karena dorongan sifat kekanak-kanakan karena dianggap mengadu kepada yang diyakininya Maha Besar, memang itu salah?

Mengadu itu memang ada kalanya kelakuan kanak-kanan karena ketidak mampuannya menyelesaikan masalah. Tetapi mengadu itu juga adakalanya karena didorong oleh kedalaman dan kejernihan fikirannya, yaitu mengadu ke pihak yang tepat.

Rasulullah sebagai manusia berusaha sekuat tenaga, melakukan yang terbaik yang bisa dia usahakan, melakukan proses yang paling sistematis, lalu hasilnya diadukan kepada Sang Maha Pencipta. Namun tidak berarti mereka cengeng dan berikhtiyar ala kadarnya. Sebaliknya, keyakinan ada Maha Hebat tempat dia mengadu, mendorongnya untuk berikhtiyar terbaik, melkuakn proses yang terencana dan berfikir kritis dengan memanfaatkan semua kemungkinan yang ada, sekecil apapun itu.

Wallahu a’lam.

Stasiun Gambir, 16 Februari 2017
Choirul Anam

Hacker Bongkar ‘KECURANGAN’ KPU Menangkan Capres Tertentu

Posted on

Security Audit Sistem IT KPU Pilpres 2014

kpu1Perkenalkan. Nama saya A. Tanpa nama belakang.

Saya lahir di Indonesia. Sebagai CEH, profesi saya konsultan keamanan jaringan komputer. Baru tahun ini saya mengikuti berita-berita dan ikut memilih di Pemilu Presiden Indonesia.

Hari ini 23 Juli 2014. Saya membaca berbagai tulisan orang. Banyak yang bertanya: Apakah Pemilu Presiden 2014 berlangsung dengan jujur dan adil?

Saya mungkin punya jawabannya. Mungkin. Tulisan saya mungkin menjawab pertanyaan. Mungkin juga malah membuka banyak pertanyaan baru. Namun sebelumnya mohon maaf. Saya bukan penulis. Mohon maaf jika bahasa saya kurang baik. Saya coba sampaikan dengan singkat dan efektif.

Tulisan ini saya tujukan untuk anda-anda yang penasaran…Juga untuk calon presiden terpilih, pak Jokowi. Agar nanti sistem IT Pemilu 2019 bisa lebih baik dari sekarang. Agar tidak ada lagi yang teriak curang…Juga untuk calon presiden tidak terpilih, pak Prabowo. Karena anda pasti penasaran. Juga untuk presiden sekarang, pak SBY. Siapa tahu, bapak juga penasaran…Juga untuk para perancang dan admin sistem IT Pemilu 2014: Raden Santoso, Nanang Indra, Utian Ayuba, Andy Nugroho, Yoga Dahirsa, Muhammad Hafidz dkk. Tentunya juga untuk pada anggota KPU: Husni Kamil Malik, Ferry Kurnia Rizkiyansyah, Ida Budhiati, Sugit Pamungkas dkk.

Anggap saja ini sumbangan saya. Untuk bahan pelajaran bersama. Agar Indonesia lebih aman. Indonesia hebat. Indonesia bangkit.

7 April 2014

Di 7 April 2014. Saya mengamati ada fenomena menarik.

Hacker dan cracker juga punya hak pilih. Punya hak berpolitik. Juga punya hak berkampanye mendukung nomor satu atau nomor dua. Begitu besar semangat para hacker dan cracker dalam Pemilu Presiden 2014 ini. Sebagian besar dukung nomor dua. Walau juga ada yang dukung nomor satu.

Ini kesimpulan saya setelah melihat begitu banyak iklan capres di Google dan YouTube. Iklan yang baik-baik saja. Juga iklan yang tidak baik-baik saja. Padahal tidak boleh ada iklan capres di kedua situs ini. Google melarang iklan politik di Indonesia. Dalam bentuk apapun. Namun…

Mereka pasti menyadari kemampuan Google dalam menyaring dan memblokir iklan terbatas. Celah ini yang diekploitasi. Ada juga yang begitu bersemangat, banyak situs orang diretas, diubah jadi halaman untuk promosi atau menjelekkan yang tidak didukungnya.

Mereka berusaha untuk mempengaruhi persepsi. Persepsi mempengaruhi hasil. Usaha mereka membuat saya bertanya. Selain menyebarkan informasi untuk mempengaruhi presepsi, apa lagi yang bisa mereka lakukan?

Dapatkan hacker dan cracker simpatisan capres meretas sistem IT KPU? Dan mempengaruhi hasil secara langsung? Saya mencobanya.

Celah Keamanan # 1: Email Anggota KPU

Untuk memahami bagaimana cara kerja sistem IT KPU saya perlu informasi dari dalam. Saya mulai dari mencari alamat email anggota-anggota KPU.

Saya menemukan dokumen ini semua alamat email komisioner KPU yang aktif digunakan ada di dokumen ini. Enam dari tujuh menggunakan email gratisan. Saya jadi bertanya. Mengatur pemilu bukan pekerjaan main-main. Kenapa gunakan email gratisan yang mudah diretas? Apa mungkin disengaja?

Ferry Kurnia sepertinya adalah yang paling muda dari tujuh anggota KPU. Biasanya yang paling muda adalah yang paling terlibat untuk urusan IT. Saya kirimkan satu email phishing ke Ferry. Tidak sampai dua jam, saya sudah bisa akses dan membaca semua email yang pernah diterima dan dikirimkan.

Apa yang saya temukan membuat saya bingung. Saya yakin para anggota KPU, dan para perancang sistem IT KPU bukan orang sembarangan. Namun mereka seperti membuat semuanya begitu mudah untuk seorang yang punya niat seperti saya untuk masuk ke sistem IT KPU.

Celah Keamanan # 2: Berkirim Username dan Password di Email

Hal pertama yang saya lakukan ketika membuka boks email salah satu anggota KPU adalah mencari kata “password”. Saya sungguh terkejut.

Saya langsung dapat password ke SILOG. Sistem Logistik.

Saya juga dapat password ke Dropbox yang dipakai untuk simpan copy data pemilih seluruh Indonesia.

Dapat juga password ke sistem real count KPU. Ya. Ternyata KPU memiliki sistem real count yang entah mengapa tidak ditampilkan di websitenya sehingga publik harus menghitung sendiri seperti di website kawalpemilu.org.

Dapat juga password untuk mengelola website KPU. Dapat juga password untuk SIDALIH, sistem data pemilih. Dapat juga password untuk banyak sistem lainnya. Ini juga membuat saya bingung. Berbagai password dikirimkan begitu saja oleh admin melalui email. Apakah ingin memudahkan hacker untuk masuk sistem?

Catatan: Banyak password di screenshot ini masih digunakan… Jadinya saya hidden ya… Maaf kalau jadi penasaran.

Celah Keamanan # 3: Ada Google Docs Daftar Username dan Password

Betapa terkejutnya saya. Email ini benar-benar di luar logika dan cara berpikir saya. Saya temukan satu email yang dikirimkan oleh admin sistem IT KPU kepada semua anggota KPU. Isinya GOOGLE DOCS dengan daftar semua password sistem IT KPU.

Saya jadi benar-benar curiga, para admin dan anggota KPU memang ingin memudahkan hacker dan cracker untuk masuk ke sistem IT KPU.

Apalagi…

Celah Keamanan # 4: Pola Password Mudah Ditebak

Sebagai contoh, ini password SSH ke website KPU yang pernah digunakan: 4dm1n80njol@w1w1k. Username: kpuadmin.

Password root shell/MySQL: m3rd3k41945!

Banyak password sistem IT KPU menggunakan pola yang sama. Apakah agar mudah diingat… Atau agar mudah diretas. Maaf jika saya berpikir yang tidak-tidak, karena saya dilatih untuk mencermati pola.

Celah Keamanan # 5: Semua Anggota KPU Bisa Edit Daftar Pemilih Sesuka Hati

Ini adalah Sistem Data Pemilih (SIDALIH) KPU. Dengan sistem ini KPU mengatur nama-nama yang masuk ke Daftar Pemilih Sementara (DPS) dan Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Penambahan atau pengurangan nama-nama pemilih dapat dilakukan dari sistem ini. Ini krusial karena di Indonesia pemilih dapat memilih cukup berbekal undangan tanpa perlu KTP.

Saya orang awam. Namun jadi pertanyaan besar untuk saya. Jika mau aman: Kenapa semua anggota KPU bisa edit DPT sesuka hati? Kenapa akses yang diberikan oleh admin tidak hanya read only?

Keputusan hak edit ini, tentu saja keputusan disengaja, tidak mungkin kecelakaan, memberikan kewenangan sangat besar untuk setiap anggota KPU untuk bermain dengan jumlah pemilih. Mengurangi atau menambahkan.

Bisa saja jika ada anggota KPU yang komunikasi dengan tim sukses calon presiden tertentu, atau jika ada hacker atau cracker pendukung calon presiden tertentu yang masuk ke sistem seperti saya… Bisa saja menambahkan pemilih baru… atau mengurangi pemilih di daerah-daerah tertentu.

Mereka yang belum bisa memilih, bisa diberikan hak untuk memilih. Mereka yang diketahui akan memilih calon tertentu, bisa dicabut hak memilihnya… Dengan mudah. Sangat mudah. Apalagi untuk setiap entri… Tidak ada info atau log secara terbuka, siapa yang terakhir melakukan edit apalagi edit history.

Celah yang membahagiakan… Bagi siapapun yang punya niat tidak baik.

Celah Keamanan # 6: Semua Anggota KPU Bisa Edit Jumlah Pengiriman Kertas Suara Sesuka Hati

Sistem Logistik (SILOG) KPU. Dengan sistem ini KPU mengatur distribusi surat suara ke semua daerah / TPS. Penambahan atau pengurangan pengiriman kertas suara dapat dilakukan dari sistem ini.

Pertanyaan saya mengenai SILOG ini sama dengan SIDALIH.

Saya orang awam. Namun jadi pertanyaan besar untuk saya. Jika mau aman: Kenapa semua anggota KPU bisa edit logistik pemilu seperti kertas suara sesuka hati? Kenapa akses yang diberikan oleh admin tidak hanya read only?

Maaf kalau ini seperti mengulang. Keputusan ini, tentu saja keputusan disengaja, tidak mungkin kecelakaan, memberikan kewenangan sangat besar untuk setiap anggota KPU untuk bermain dengan jumlah kertas suara.

Bisa saja jika ada anggota KPU yang komunikasi dengan tim sukses calon presiden tertentu, atau jika ada hacker atau cracker pendukung calon presiden tertentu yang masuk ke sistem seperti saya… Bisa saja mengirimkan kertas suara lebih ke daerah-daerah tertentu. Sangat mudah.

Apalagi seperti di SIDALIH… Untuk setiap entri… Tidak ada info atau log secara terbuka, siapa yang terakhir melakukan edit apalagi edit history.

Apresiasi: Sistem Scan Formulir C1

Dalam membuat tulisan ini, saya merasa saya harus adil. Jika ada celah keamanan, saya sampaikan. Jika ada best practice yang dilakukan, saya apresiasi.

Sistem scan formulir C1 yang dibuat oleh tim KPU menurut saya sangat bagus. Antarmuka aplikasi didesain sederhana, tidak banyak isian. Ini pastinya membantu meningkatkan penggunaan sistem.

Presentasi C1 di web pilpres2014.kpu.go.id juga bagus. Sederhana dan mudah digunakan oleh siapapun. Pengelolaan C1 ini membuat persepsi kalau pemilu berlangsung dengan jujur dan adil. Hampir tidak mungkin mempengaruhi hasil pemilu jika scan C1 sudah terkumpul semua di server KPU.

Namun saya punya pertanyaan. Pertanyaan cukup besar. Admin membuat aplikasi real count, khusus untuk pada anggota KPU di alamat http://103.21.228.33/internal – kenapa data ini tidak dibuka ke publik?

Kenapa memaksa publik untuk melakukan gotong royong entri data dari ratusan ribu formulir C1? Padahal real count nya sudah ada…

Sekedar pertanyaan selewat saja. Mungkin ada penilaian sendiri…

Kesimpulan

Kembali ke pertanyaan awal: Apakah Pemilu Presiden 2014 berlangsung dengan jujur dan adil?

Saya tidak tahu. Terlalu banyak daerah, terlalu banyak TPS, terlalu banyak nama pemilih untuk dapat mengetahui permainan dengan SILOG atau SIDALIH.

Namun dua hal yang pasti. Pertama: Siapapun yang bisa punya akses ke SILOG dan SIDALIH dan punya niat untuk memenangkan calon nomor satu atau nomor dua, terutama sebelum bulan Mei 2014, dan punya kemampuan koordinasi dengan tim sukses di lapangan (TPS TPS, desa-desa mana saja yang perlu dilebihkan kertas suara… Nama-nama apa saja yang perlu ditambahkan atau dikurangi dari sistem) dapat sangat mempengaruhi hasil Pemilu Presiden 2014.

Kedua: Sama sekali tidak sulit untuk mengakses semua sistem IT KPU. Malah saya curiga… Seperti dibuat begitu mudah bagi hacker dan cracker yang ingin masuk. Ada apa?

Semoga bukan kenapa-kenapa. Semoga celah-celah keamanan yang saya tulis disini… Adalah kesalahan yang tidak disengaja.

Karena siapa yang punya akses ke sistem IT KPU… Bisa mempengaruhi siapa yang terpilih jadi presiden.

Presiden yang punya kuasa akan negara 250 juta penduduk. Anggaran 2.000 triliun. 600.000 tentara. Perputaran uang hampir 10.000 triliun.

Karena kalau memang disengaja…

Sangat mudah… Bisa ada ratusan… Ribuan… Mungkin jutaan pemilih “baru”. Hasil kreasi dari mereka yang punya akses ke SIDALIH.

Bisa juga ada ratusan… Ribuan… Mungkin jutaan kertas suara yang “kebetulan lebih”. Hasil kreasi dari mereka yang punya akses ke SILOG.

Maaf jika tulisan ini jadi menimbulkan pertanyaan baru.

Demikian tulisan saya. Semoga ini bermanfaat.

A.

Catatan kaki: Saya seorang hacker. Bukan cracker. Saya melakukan audit ini karena penasaran. Bukan karena ada niat tidak baik. Namun undang-undang Indonesia tidak membedakan. Untuk menghindari kemungkinan pidana… I wish to remain anonymous.

Source: Audit KPU

Kekurangan Situs Belanja Lazada.co.id

Posted on Updated on

 

Berikut adalah hal yang harus diperbaiki disitus belanja Lazada.co.id sampai hari ini :

1.Kiriman nyampe ke konsumen bisa melebihi batas akhir, dan dilazada tidak ada peringatan ke konsumen sehingga kita sebagai konsumen harus rajin komplain.

Saran perbaikan : Lazada mengkonfirmasi ke Customer via email atau inbox di aplikasi supaya Customer mengerti dan jelas parameter menunggu

2. Bila transaksi dibatalkan dana yang sudah ditransfer sulit kembali, harus komplain berkali-kali baru dibalikin. Pengalaman pribadi bisa sampai sebulan.

Saran : Contoh tokopedia.com, jika transaksi batal maka dana akan masuk ke rekening tokopedia Customer, dana direkening tokopedia bisa ditarik ke rekening bank atau dipake belanja

3. Layanan Chat yang disebutkan bisa 24 Jam ternyata tidak berlaku, pernah coba chat malem ngak ada yg nanggapin, pagi-pagi sekitar jam 8 juga belum ada petugas sepertinya

Saran : Sediakan petugas yg melayani chat

 

Mudah-mudahan kelemahannya segera diperbaiki, secara umum belanja disini lumayan nyaman