Belajar Menjadi Hacker

Posted on

Terus terang saya mengambil resiko menulis artikel ini. Saya sangat berharap informasi yang saya tuliskan ini digunakan untuk hal-hal yang baik & jangan digunakan untuk merusak / melakukan hal yang tidak baik. Tulisan ini memang tidak akan menjelaskan secara detail teknik untuk melakukan hacking & cracking terhadap sebuah sistem jaringan komputer, paling tidak pointer kemana mencari informasi yang dibutuhkan akan diterangkan disini.

Karena aturan penulisan yang ada di situs ini, saya tidak bisa menuliskan URL secara lengkap. Silahkan di search URL-nya dari keyword yang saya tulis dalam tulisan ini. Bagi para pemula saya sangat sarankan untuk membaca berbagai Frequently Asked Questions (FAQ) tentang keamanan jaringan, salah satu yang baik ada di situs IBM.

Pengetahuan tentang hacking menjadi penting saat kita belajar keamanan jaringan. Ibaratnya, Untuk bisa menjadi polisi yang baik, mau tidak mau kita harus belajar cara kerja penjahat yang paling jahat. Dalam kalimat sederhana, teknik hacking penting untuk dikuasai / dimengerti kalau anda ingin belajar keamanan jaringan bahkan ilmu forensik komputer.

Teknik-teknik hacking / cracking merupakan bagian dari teknik keamanan jaringan (network security) secara umum. Tentunya sebagai pribadi lebih baik memposisikan diri sebagai pengaman jaringan daripada perusak jaringan.

Ada cukup banyak situs di Internet yang dapat memberikan banyak ilmu praktis tentang teknik hacking, beberapa diantaranya adalah,

  • Situs ComputerSecurityStudent
  • Daftar Tools yang ada di situs kali linux

Tentunya masih banyak lagi situs keamanan jaringan yang ada di Internet yang akan saya jelaskan di bawah. Masalah utama nantinya adalah kemampuan untuk mengerti berbagai dokumentasi / informasi yang ditulis dalam bahasa Inggris. Saran paling sederhana adalah memanfaatkan fasilitas yang ada di Google Translate untuk bisa membacanya dalam bahasa Indonesia.

Situs SANS Institut cukup banyak informasi & fasilitas yang diberikan, seperti:

  • Berita-berita tentang keamanan jaringan.
  • Kumpulan berita tentang keamanan jaringan yang dapat dikirimkan mingguan / bulanan. Kumpulan berita ini di pisahkan antara yang sifatnya waspada (alert) maupun yang di khususkan bagi pengguna windows.
  • Resource – menyediakan banyak sekali artikel yang akan bermanfaat bagi pengaman jaringan. Misalnya dokumentasi kesalahan yang sering dilakukan oleh para operator jaringan, teknik serangan dll.
  • Publikasi SANS – dokumentasi dari berbagai teknik & pengetahuan yang sudah di strukturkan sehingga enak untuk dibaca. Antara lain membahas roadmap (peta) akan hal-hal yang berkaitan & harus dikerjakan pada saat terjadi serangan (compromise); Langkah-langkah untuk mengamankan server windows NT.
  • Projek – merupakan kumpulan dokumentasi berbagai projek yang berkaitan dengan keamanan jaringan.

Bagi anda yang ingin belajar melakukan serangan, salah satu kata kunci yang sangat ampuh untuk memperoleh ilmu serangan ini adalah “exploit”. Kata kunci ini dapat kita masukan ke Google untuk memperoleh ilmu tentang teknik serangan yang di inginkan.

Pada tingkat yang lebih tinggi, kata kunci yang digunakan biasanya lebih mengarah pada “information security”, “network security”, “cyber security”. Ilmu ini sangat dibutuhkan sekali oleh banyak institusi maupun lembaga pertahanan di Indonesia agar dapat mempertahankan informasi dan infrastruktur cyber-nya dari serangan di dunia cyber. Beberapa situs yang sangat baik tentang hal ini, antara lain adalah,

  • NIST di US, dengan keyword cyberframework
  • NCSC di UK, dengan keyword cyber security

Yang agak berbahaya adalah situs keamanan Internet bawah tanah, sering kali informasi yang di tampilkan “agak” berbahaya bagi umum. Sebaiknya anda menggunakan informasi yang diperoleh untuk sesuatu kebaikan. Adapun beberapa dari situs tersebut adalah:

  • Situs phrack.
  • Situs majalah hacking 2600.

Bagi anda yang tidak mau pusing mencari tool / software untuk melakukan serangan, maka sebaiknya mengambil sistem operasi penetration test yang sudah jadi, seperti kali linux.
Untuk latihan melakukan serangan sebaiknya jangan menggunakan server yang operasional di Internet. Sebaiknya kita membuat sendiri server untuk di serang. Web yang mengumpulkan berbagai software server untuk di serang beserta catatan / bocoran cara menyerangnya bisa di lihat di Vulnhub.

 

Di vulnhub dicatat berbagai aplikasi server untuk di serang, ada di bagian Download masing-masing software. Sementara di bagian walkthrough di terangkan cara / bocoran / contekan cara menyerangnya 🙂 .. Ibarat bermain game, vulnhub menyediakan cheat untuk memenangkan game hacking tersebut. Belajar dari berbagai software server yang di catat oleh vulnhub maupun teknik menyerangkan untuk memperoleh flag menjadi penting bagi mereka yang ingin berlatih dalam memenangkan pertandingan hacking seperti Capture The Flag (CTF).

 

Untuk mengamankan jaringan, ada cukup banyak tool / perangkat software yang bisa digunakan untuk membantu kita melakukan serangan / test penetrasi / pengamanan jaringan komputer. Sebagian besar perangkat ini sifatnya public domain jadi dapat digunakan tanpa perlu membayar royalti. Sebagian bahkan tersedia dalam bentuk source code. Hanya saja perangkat tersebut umumnya bekerja di sistem operasi UNIX (seperti FreeBSD & Linux).

  • Host-based Auditing Tools: COPS, NCARP, crack, Tiger, Tripwire, logcheck, tklogger, Safesuite, NetSonar
  • Network Traffic Analysis & Intrusion Detection Tools: tcpdump, synsniff, NetRanger, NOCOL, NFR, RealSecure, Shadow
  • Security Management and Improvement Tools: crack, localmail, smrsh, logdaemon, npasswd, op, passwd+, S4-kit, sfingerd, sudo, swatch, watcher, wuftpd, LPRng
  • Firewall, Proxy amd Filtering Tools: fwtk, ipfilter, ipfirewall, portmap v3, SOCKS, tcp_wrappers, smapd
  • Network-Based Auditing Tools: nmap, nessus, SATAN, Safesuite
  • Encryption Tools: md5, md5check, PGP, rpem, UFC-crypt
  • One-Time Password Tools: OPIE, S/Key
  • Secure Remote Access and Authorization Tools: RADIUS, TACACS+, SSL, SSH, Kerberos

Tool / perangkat keamanan jaringan di atas sebagian besar dapat di ambil di situs yang membawa perangkat keaman jaringan seperti di source forge / sf.net. Di dalam kategori security utilities.

Masalah yang kemudian menjadi penting adalah tempat kita bertanya. Kita cukup beruntung pada saat ini cukup banyak tempat diskusi di Internet yang berkaitan dengan keamanan jaringan. Sebaiknya membaca-baca dulu diskusi yang ada, arsip-arsip diskusi yang lalu untuk membuat diri kita familiar dengan isu / teknik yang dijelaskan. Kita cukup beruntung di Indonesia ada beberapa komunitas untuk sharing teknik hacking secara online, diantaranya adalah,

  • Forum online IndonesiaBackTrack.
  • Fourm online Kaskus

Karena umum orang di Intenet tidak terlalu suka menjelaskan berulang-ulang hal yang sama. Ada baiknya juga membaca-baca beberapa arsip mailing list yang ada di Internet. Daftar tempat subscribe mailing list tempat diskusi tentang keamanan jaringan saya tuliskan dibawah ini. Biasanya untuk subscribe dilakukan dengan mengirimkan berita “subscribe nama-mailing-list” ke alamat majordomo / listserv untuk masing-masing mailing list.

  • Best of Security List (bos)
  • Bugtraq Full Disclosure List
  • CERT Advisories
  • CIAC Advisories (ciac-bulletin)
  • COAST Security Archive
  • FreeBSD Security issues
  • Intrusion Detection Systems (ids)
  • Linux Security Issues
  • Legal Aspects of Computer Crime (lacc)
  • NT Bugtraq
  • NT Security Issues (ntsecurity)
  • The RISKS Forum (risks)
  • WWW Security (ww-security-new)
  • The Virus Lists (virus-l & virus)

Kalau boleh saya memberikan sedikit nasehat teknik keamanan jaringan tidak ada bedanya dengan sebuah pisau – dia dapat kita gunakan untuk hal-hal yang jelek dan merusak; tapi juga dapat digunakan untuk hal-hal yang baik yang bermanfaat bagi masyarakat banyak. Pilihlah sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat banyak, nama anda akan dikenang selamanya belum lagi kalau dihitung masalah rizki & pahala yang akan di peroleh dengan melalui amal kebaikan yang anda lakukan dengan ilmu yang anda miliki.

Sumber

Keimanan Modal Indah untuk Pernikahan

Posted on

Keimanan Modal Indah untuk Pernikahan

Menikah di usia 20 tahun, kuliah di Kebidanan semester 4, dibiayai oleh kakak sulung. Dengan calon suami berusia 21 tahun, sedang kuliah, membiayai diri sendiri, belum mempunyai pekerjaan, menanggung 6 adiknya untuk hidup. Apa anda berani menikah dalam keadaan seperti itu? Rumit, banyak mainset yang perlu diubah. Apa yang terjadi? saat mindset sang wanita sudah berubah, begitu pula mindset sang lelaki sudah berubah, Lamaran itu ditolak orangtua pihak wanita karena pertanyaan, “Apa yang kamu punya untuk menikah?”.

“Saya memang belum mempunyai apa-apa dari segi materi, pak. Saya hanya minta keridhoan bapak dan ibu untuk menikahkan saya dengan putri bungsu bapak dan ibu. Saya hanya berpijak pada keimanan saya yang belum cukup, selalu tidak cukup. Saya hanya takut, jika pernikahan ini menunggu materi yang saya punya nanti, saya malah tergelincir berbuat maksiat kepada-Nya. Tidak ada yang bisa menjamin, saya dan putri bapak yang saling mencintai karena Allah dapat terhindar dari maksiat dan dosa, meskipun kami sendiri tidak berniat untuk melakukannya. Na’udzubillahi min dzalik. Nabi Adam pun dapat tergelincir rayuan dan bisikan syetan, padahal ia bertemu langsung dengan Allah. Keimanannya pun pastilah sangat kuat. Apatah lagi saya yang bukan siapa-siapa, keimanan saya terlalu rapuh, saya tidak pernah bertemu langsung dengan-Nya. Yang saya punya hanya keinginan kuat untuk berada dalam jalan yang diridhoi-Nya dengan mengikuti Rasulullah, menjalankan sunnah untuk menyempurnakan setengah dari agama.”

Dan jawabannya, “Kami pun tidak terlalu mengunggulkan materi, hanya saja kita tetap perlu untuk kelangsungan kehidupan sehari-hari. Saya tidak menolak, tapi tolong ditangguhkan sampai kalian mampu. minimal untuk hidup kalian saja” Sang Bapakpun menjawab.

Matapun pedih, panas, hati pilu. Lelaki sholeh yang asalnya pun belum berniat menikah pada usia yang demikian muda, namun untuk menjaga fitnah dirinya dan wanita yang dicintainya, ditolak karena belum mempunyai materi apa-apa. Ia pun pulang dengan senyum. Harus tetap dalam keadaan baik, apapun yang terjadi. Prinsipnya.

Malam hari setelah peristiwa. “Bapak, kalau Bapak mengaku mencintai Rasul. Tahu tidak apa yang Beliau katakan tentang ini?” sang putri pun mengingatkan.

“Silakan sayang, utarakan. Apa kata Beliau?” tanya sang ayah mempersilakan.

“Kalau tidak salah, redaksinya seperti ini. Barangsiapa menolak lamaran seorang lelaki yang sholeh, maka tunggulah fitnah yang akan menghampirinya.”

“Nak, Bapak bukan menolak. Tapi menunda.”

“Ini bukan bentuk pemaksaan atau pembelaan diri, coba dengar dan ikuti suara hati ayah… Kita tidak pernah tahu, sampai kapan kita hidup. Kenapa kita berani menunda? seolah olah kita tahu kapan datangnya ia (kematian).”

“Baiklah kalau tidak ditunda. Bagaimana dengan tempat tinggalmu?”

“Tidak maukah ayah, aku tinggal disini sementara bersama suamiku. Atau bila tidak aku tinggal di sini dan suamiku tinggal di rumah ibunya. Sementara sampai kami mampu?”

“Tentu ayah mau. Tapi apa kata orang, sayang?”

“Bila ada yang berani menggunjing. Biarlah ia bertanggung jawab atas apa yang dikatakannya. Generasi terbaik pun pernah mengalaminya. Saat ‘Aisyah r.a dinikahi Rasulullah. Ia tinggal bersama orangtuanya (Abu Bakar Ash-Shidiq r.hum), sedangkan Rasulullah di Madinah. Beliau tidak mempermasalahkannya, kenapa kita mempermasalahkan. Keimanan yang membuatnya indah, Ayah!”

“Kamu benar sayang, bagaimana dengan biaya hidup atau minimal makanmu sehari-hari?”

“Ayah, kami punya iman. Kami bukan orang-orang yang hanya ingin berpangku tangan. Kami akan berusaha, terus berusaha. Sekali lagi, ridhokah Ayah sementara waktu menanggung biaya makan putri Ayah yang sudah menikah?”

“…………… Ridho sayang. Sangat ridho. Tapi kok, kesannya suamimu enak banget. Hanya ingin menikahi tanpa harus menanggungmu.”

“Abu Bakar tidak pernah bilang begitu pada Rasulullah, Ayah!”

“…………………………………………….”

“Kami akan berusaha, Ayah. Akan. Kami berjanji! Iman penuntun kami! Baiklah kalau begitu ada pilihan lain.”

“Apa itu?”

“Nabi SAW bersabda: Tidak ada kewajiban bagi suami untuk menafkahi istrinya, sebelum ia melihat istrinya dalam keadaan tidak menutup auratnya (tidak berpakaian). Bagaimana kalau selama kami belum mampu, suamiku diminta bersabar untuk tidak melihat auratku. Insya Allah ia pun tidak akan menuntut karena niat kami menikah bukan semata-mata karena syahwat? Bagaimana jawaban ayah nanti di hadapan Allah dan Rasul-Nya saat ternyata memang ada solusi yang sudah Rasul terangkan, tapi tetap dibantah hanya karena materi?”

“Rasulullah benar! Baiklah. Ayah mengerti. Bagaimana dengan pesta pernikahanmu?”

“Sebaik-baik wanita adalah yang tidak menyulitkan dalam maharnya. Kesholehannya sudah cukup dan tak akan tergantikan dengan apapun, Ayah. Tidak dirayakanpun tidak apa-apa. Karena hakikat pernikahan bukan pada pestanya. Tapi keteduhannya hingga akhir hayat. Pesta meriah dan megah tidak menjadi jaminan keutuhan rumah tangga. Memang sekali seumur hidup, hakikatnya bukan pestanya yang dimaknai sekali seumur hidup, tapi pernikahannya yang diharapkan sekali seumur hidup. Memang indah, menjadi Ratu dan Raja semalam pada pesta pernikahan. Tapi, apa keinginan itu harus sampai mengeluarkan uang puluhan juta? Belum tentu pernikahan nan megah itu menjadi ingatan orang. Lalu sebenarnya untuk apa? Lebih baik, itu untuk biaya hidup sehari-hari. Tidak menyusahkan orang tua dan tidak menyusahkan calon suami. Biarlah senyuman Allah mengiringi kami. Kami ridho.”

“Subhanalloh!”

“Seperti Zainab dan Muhammad, menikah tanpa dirayakan. Tapi kerajaan langit langsung yang merayakan. Tidak ada yang lebih indah dari itu!”

“Benar!”

“Ayah, jadi apapun aku nanti. Jadi bidan yang kaya raya, jadi wanita sukses, sedangkan suami tidak seperti itu. Bukan pelegalanku untuk merendahkannya. Jadi sehebat dan sekaya apapun, aku tetap istri. Hartanya ia berikan pada suami pun menjadi pahala yang besar baginya. Aku ridho, ayah. Aku tidak ingin orang-orang yang aku cintai harus kesusahan menanggung hidupku, aku akan membantunya menafkahi rumah tangga, dengan bekerja sesuai dengan kodratku dan atas izin darinya, ketika ia belum mampu. Khadijah r.a sudah mencontohkannya, saudagar kaya raya itu memberikan seluruh hartanya untuk suaminya tanpa merendahkannya. Tetap menaatinya. Karena iman, ayah. Itu yang ingin aku ikuti.”

“……………………………………..” sang ayah tak berkata, hanya linangan air matanya yang mendera.

“Ia anak sulung dari 7 bersaudara. Siapa yang salah? Tidak ada yang salah. Betapa malangnya ia tidak diinginkan wanita hanya karena menanggung banyak adiknya, padahal ia begitu sholeh dan hafal Al-Qur’an. Siapa yang bisa memilih, dimana kita akan dilahirkan? Siapa orangtua kita? Berapa jumlah adik kita? Dari keluarga mampukah atau dari seorang ayah pemecah batu? Seorang Nabi pun menangis mencium tangan seorang pemecah batu untuk menafkahi keluarganya. Kenapa kita tidak? Kenapa kita menolak? Siapakah kita dibanding dengan Rasulullah? Bukan salahnya dia anak sulung dari 7 bersaudara, bukan keinginannya pula. Jangan khawatir ayah, do’akan kami mampu menjalani hidup ini….”

“Baik sayang, baik. Ayah ridho. Ibu Ridho. Semogapun Allah Ridho. Keimanan, itu solusinya. Semua bisa berubah menjadi indah dan mudah di tangan orang yang beriman….”

Berhasil! Sayapun telah menikah tanpa dirayakan. Maharpun tidak menyusahkan. Kuliah tetap lanjut. Akhirnya suamipun mempunyai pekerjaan yang mapan. Semoga hidup ini senantiasa diliputi iman. Aamiin Ya Allah..

#SebuahKisah
@Fp Indonesia Tanpa pacaran

ISLAM MENGATUR BAGAIMANA KOMUNIKASI EFEKTIF ANTARA SUAMI DAN ISTRI

Posted on

ISLAM MENGATUR BAGAIMANA KOMUNIKASI EFEKTIF ANTARA SUAMI DAN ISTRI

Oleh : Ustadzah Dedeh Wahidah Achmad

Suami-istri bukanlah relasi atasan-bawahan, juga bukan seperti hubungan pemerintah dengan rakyatnya. Kehidupan suami-istri mesti diliputi rasa cinta dan kasih-sayang.

Pergaulan di antara keduanya adalah pergaulan persahabatan. Keduanya akan saling memberikan kedamaian dan ketenteraman.

Allah SWT menjelaskan bahwa ketentuan dasar dalam sebuah perkawinan adalah kedamaian dan dasar dari kehidupan suami-istri adalah ketenteraman. (QS ar-Rum [30]:21)

Supaya ketenteraman, kesakinahan dan kedamaian itu terwujud dalam kehidupan suami-istri, Allah SWT pun telah menetapkan aturan yang harus dipenuhi, yaitu berupa pemberian hak dan kewajiban yang harus dijalankan oleh masing-masing pasangan.

Namun dalam praktiknya, ketenangan dan kedamaian tidaklah mudah untuk diraih. Tak sedikit pernikahan mengalami konflik dan permasalahan yang bisa mengancam keharmonisan rumah tangga, bahkan tak jarang berujung perpisahan dan perceraian.

Salah satu yang memicu munculnya prahara ini adalah buruknya komunikasi di antara suami-istri.

Romantika dalam Pernikahan :

Kehidupan rumah tangga tak seindah bayangan dan tak semulus harapan. Kadang masalah muncul silih berganti karena perbedaan visi dan misi keluarga, ketidakcocokan karakter di antara pasangan, intervensi pihak keluarga, masalah anak, kesulitan ekonomi, dll. Bahkan pengaturan aktivitas dakwah pun bisa dianggap sebagai masalah.

Seharusnya sebanyak dan sesulit apapun masalah yang dihadapi tidak akan menjadi beban yang memberatkan apalagi mengantarkan pada perpecahan keluarga.

Syaratnya, suami-istri mampu mendudukkan persoalan secara proposional sesuai dengan tuntutan syariah, bisa menyatukan pandangan atas semua permasalahan tersebut, serta memiliki komitmen yang sama dalam penyelesaiannya.

Sebaliknya, jika mereka tetap bersikukuh pada kehendak dan pendapat masing-masing yang didorong oleh dominasi emosi dan egoisme, maka bukan tidak mungkin permasalahan sepele pun akan berubah menjadi badai yang bisa memporakporandakan bangunan rumah tangga.

Pada titik inilah pentingnya dibangun komunikasi yang harmonis dan efektif di antara suami-istiri. Komunikasi ini akan mampu menyatukan dua hati yang berbeda, mencari titik temu pendapat yang tidak sama dan melahirkan komitmen untuk sama-sama menyelesaikan masalah demi mempertahankan keutuhan rumah tangga dalam suasana sakinah, mawaddah dan rahmah.

Komunikasi Efektif :

Dalam teori komunikasi dikenal beberapa karakter yang bisa menentukan komunikasi efektif yaitu :

(1) Respek
Sikap, tatapan, intonasi, sapaan serta kalimat yang digunakan suami/istri ketika berkomunikasi dengan pasangannya harus menunjukkan rasa hormat, tidak melecehkan apalagi menjatuhkan.

(2) Empati
Kemampuan suami/istri untuk menempatkan diri pada situasi atau kondisi yang dihadapi oleh pasangan sehingga keduanya akan memahami apa yang sedang dirasakan pasangannya.
Tak akan menunjukkan suka-cita ketika pasangan sedang kesal atau bersedih. Tak akan menghukumi kesalahan yang dilakukan karena ketidaktahuan.

(3) Audible
Komunikasi suami/istri dapat didengarkan atau dimengerti dengan baik oleh pasangannya. Karena itu penting diperhatikan frekuensi suara dan jarak di antara keduanya (berbicara dengan tatap muka); tidak saling teriak, pembicaraan fokus; tidak mengajak bicara serius saat pasangan sedang sibuk dengan urusan lain yang tidak mungkin ditinggalkan.

(4) Clarity
Keterbukaan dan transparasi. Suami-istri harus menjauhkan kecurigaan terhadap pasangan.

(5) Humble
Rendah hati. Suami-istri tidak bersikap arogan kepada pasangan.

Penghambat Keberhasilan Komunikasi :

Berikut adalah beberapa faktor penghambat yang sering terjadi dalam komunikasi suami-istri:

(1) Suami/istri menyalahkan pasangan (blaming partner), bukan menunjukkan kesalahannya secara spesifik.
Akhirnya, pasangan akan tetap menganggap dirinya benar dan tak menyadari kesalahan yang telah dia lakukan.

Salah satu contoh adalah tuduhan bahwa suami/istri telah melanggar hukum syariah karena telah mengabaikan kewajibannya, namun tidak disertai penjelasan letak kesalahannya.

(2) Saling menyalahkan dan biasa mencari-cari kesalahan pasangan.
Biasanya diawali dengan persepsi bahwa pasangannya salah, padahal boleh jadi dia benar.
Karena gaya saling menyalahkan ini, komunikasi tidak akan mampu mengungkap kebenaran. Yang terjadi sebaliknya, mereka akan terus bersitegang serta menganggap pasangan-nya keras kepala dan tidak bisa dinasihati

(3) Antipati terhadap kritik atau nasihat yang disampaikan pasangan.
Perkataan apapun yang disampaikan pasangan akan diterima sebagai hujatan yang menyakitkan. Mereka sulit menyadari kesalahan bahkan yang terjadi malah ketersinggungan.

(4) Qiyasy-syumuly. Menganggap salah semua yang dilakukan atau dikatakan pasangan, padahal boleh jadi kesalahan yang dilakukan hanya satu atau beberapa kali saja.

(5) Tidak mencari akar masalah.
Ketika komunikasi harmonis tidak terjalin di antara suami-istri, sering keduanya menghindari komunikasi yang berkelanjutan.
Demi mengakhiri perdebatan, tidak jarang muncul pengakuan semu, “Ya, saya yang salah.” Pernyataan ini bukanlah pengakuan sebenarnya. Jauh di lubuk hati yang paling dalam dia tetap tak menerima perlakuan pasangannya dan cenderung menyalahkannya. Alih-alih menuntaskan permasalahan, yang terjadi bisa saja makin menumpuk masalah dan mendatangkan sengketa yang lebih besar.

(6) Jangkauan pendek, tidak ke masa depan. Perbedaan karakter suami-istri sangat membutuhkan kesabaran untuk mempertemukannya. Kesalahan yang dilakukan pasangan sekarang insya Allah ke depan akan bisa diperbaiki dengan upaya yang sungguh-sungguh dan disertai kesabaran.

Panduan Komunikasi Efektif Suami-Istri :

(1) Tanamkan dalam hati bahwa suami/istri adalah bagian dari kita; bukan orang lain, bukan saingan, apalagi musuh yang mengancam. Dengan pemahaman ini maka kita akan senantiasa menerima masukan, kritikan dan nasihat pasangan sebagai sesuatu yang baik untuk keutuhan keluarga.

(2) Mengedepankan hukum syariah, bukan keinginan dan kepentingan pribadi. Ketundukan terhadap hukum syariah akan meringankan kita untuk menerima kebenaran yang disampaikan suami/istri sekalipun bertentangan dengan keinginan kita.

(3) Berupaya memperlakukan suami/istri dengan makruf.

Bagi suami terdapat hadis Rasulullah saw.:

خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لِأَهْلِي

“Orang yang paling baik di antara kalian adalah yang paling baik kepada keluarganya. Aku adalah orang yang paling baik kepada keluargaku”. (HR Tirmidzi dan Ibn Majah).

Untuk para istri ada hadis Rasulullah saw.:

لَوْ كُنْتُ آمِرًا أَحَدًا أَنْ يَسْجُدَ لِأَحَدٍ لَأَمَرْتُ الْمَرْأَةَ أَنْ تَسْجُدَ لِزَوْجِهَا

“Andai aku boleh memerintahkan seseorang bersujud kepada seseorang yang lain, niscaya aku akan memerintahkan wanita bersujud kepada suaminya.” (HR Tirmidzi).

Dorongan meraih derajat terbaik di sisi Allah SWT akan membantu suami/istri memperlakukan pasangannya dengan sebaik-baiknya.

“Service Excelent” menjadi cita-citanya. Karena itu seorang istri akan berupaya keras menaati suaminya dan memasukkan kebahagiaan ke dalam hati suaminya meski harus mengorbankan istirahat atau rileks atau kesenangannya sendiri.

Sebaliknya, seorang suami akan menjadi orang yang paling lembut, paling perhatian dan paling bertanggung jawab di hadapan istri dan keluarganya meski harus memupus sebagian keinginannya.

(4) Tidak kaku dalam komunikasi. Kehidupan suami-istri adalah ketenteraman dan ketenangan serta cinta dan saling percaya. Sikap keras hati suami/istri kadang bisa diluluhkan dengan kelembutan.
Arogansi mampu ditundukkan dengan ketataan dan keikhlasan. Prasangka akan hilang dengan keterbukaan. Rasa kesal dan putus-asa sirna dengan kesabaran.

(5) Mendudukan suami/istri sebagai manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan sekalipun mereka ustadz/ustadzah atau aktivis dakwah yang senantiasa mengajak orang menegakkan kebenaran.
Kesadaran ini akan membantu kita menerima kesalahan yang dilakukan pasangan, namun tidak membiarkan kesalahan terus terjadi. Kesalahan dan kelalaian harus diisertai dengan sikap saling menasihati.
Pemahaman bahwa suami/istri bukan manusia sempurna tanpa cela dan cacat akan memupuk kesabaran menghadapi kelemahan dan kekurangan pasangan (Lihat: QS an-Nisa [4]:19).

Wallahu A’lam.

[Dedeh Wahidah Achmad; Koordinator Lajnah Tsaqafiyah DPP MHTI].

KLAIM

Posted on

Oleh : Dr Syamsuddin Arif

Sekitar penghujung tahun 2010, seorang wanita Spanyol bernama Angeles Duran (49 tahun) mengklaim dirinya sebagai pemilik sah matahari. Perempuan nekat itu bahkan mendaftarkan kepemilikannya atas matahari ke kantor notaris.

Meskipun ada sebuah kesepakatan internasional yang menyatakan bahwa tidak ada negara dapat mengajukan klaim kepemilikan terhadap sebuah planet atau bintang. Tapi, Duran berdalih, tak ada larangan bagi individu mengajukan klaim.

“Tak ada larangan untuk itu. Klaimku didukung hukum. Aku tidak bodoh, aku tahu hukum.”

“Aku, juga orang lain bisa mengajukan klaim. Dalam hal ini, kebetulan aku melakukannya lebih dulu,” tambah dia.

Dokumen yang dikeluarkan oleh notaris menyatakan, Duran adalah ‘pemilik’ Matahari, bintang tipe spektral G2 yang berlokasi di pusat tata surya — yang berjarak 149.600.000 kilometer dari Bumi.

Dengan bersenjatakan akta notaris, Duran yang tinggal di Salvaterra do Mino mengatakan ia akan meminta bayaran pada siapapun yang menggunakan Matahari. Uang yang ia dapatkan akan diberikan separuhnya pada pemerintah Spanyol — 20 persennya untuk dana pensiun.

Selain itu, ia juga berniat memberikan 10 persen lainnya untuk penelitian,10 persen untuk mengurangi bencana kelaparan dunia, dan sisanya, juga 10 persen untuk dirinya sendiri.

***

Anda mungkin merasa lucu mengetahui ada orang mengklaim memiliki matahari. Silakan tertawa. Tapi tahukah Anda, bahwa di dunia ini ada klaim-klaim lain yang tidak kalah lucunya?

Berikut di antaranya:

Ada sebagian orang mengklaim diri sebagai pemilik tunggal atas kebenaran. Mendaulat diri dan kelompoknya sebagai yang bermanhaj paling kokoh, sementara kelompok lain disebut goyah manhajnya. Hanya merekalah kelompok paling dekat dengan sunnah. Ustadz sunnah, kajian sunnah, dakwah sunnah, radio sunnah, manhaj sunnah; seluruhnya milik mereka. Di luar itu adalah ghairu sunnah.

Mereka mengaku memegang bendera jarh wa ta’dil abad ini, sehingga berhak memberi stempel bahwa ustadz ini termasuk sunnah sedangkan ustadz itu bukan sunnah. Merekalah satu-satunya pewaris manhaj salaf paling murni dua puluh empat karat.

Amal-amal yang benar hanyalah yang dilakukan kelompok mereka. Sedangkan kelompok lain tertolak. Jika kelompok di luar mereka menjalin persatuan, maka menurut mereka itu seumpama persatuan kebun binatang. Persatuan hakiki versi mereka ialah apabila seluruh umat berpikiran, berkata, dan berbuat sama dengan mereka.

Konsep ahlussunnah wal jamaah yang sedemikian luas tetiba diklaim sebagai milik satu kelompok saja.

***

Silakan tertawa. Masih ada yang lebih lucu lagi.

Ada sebagian orang merasa diri sebagai nasionalis sejati. Mengaku paling NKRI. Ke mana-mana menggotong slogan NKRI harga mati. Bagi sesiapa berseberangan dengan mereka, dipersilakan untuk angkat kaki. Pergi ke Arab. Mengkritik pemimpin mereka sama artinya dengan makar. Memberontak terhadap negara.

Cuma mereka yang berhak menentukan mana kelompok sumbu pendek, mana sumbu panjang. Mana berita hoax, mana fakta. Mana acara yang boleh tayang, mana yang tidak. Siapa yang boleh bicara, siapa yang harus bungkam.

Mereka satu-satunya pemilik slogan kebhinekaan. Barangsiapa tak sependapat, dicaplah sebagai kaum intoleran. Tafsir atas Pancasila, toleransi, dan bhinneka tunggal ika yang sahih mesti berasal dari mereka. Maka lalu muncullah ungkapan-ungkapan: Indonesia Adalah Kita. Kita Indonesia.

Yang lain minggat sana.

Anda tertawa? Semoga iya.

***

Perbandingan Go-JEK, GrabBike, Uber Motor

Posted on Updated on

Fitur

GO-JEK

GrabBike

Uber Motor

Telpon Ya Ya
SMS Ya Ya
Chatting No Ya
Nopol Motor Ditampilkan Ditampilkan Ditampilkan
Pembayaran Cash, Gopay Cash, Grabpay, e-cash Cash, Kartu Kredit
Jarak Maksimum 25 KM
Loyalty Program Ya Ya
History Perjalanan Ya Ya

Riba dan Ring Tinju

Posted on Updated on

RIBA DAN RING TINJU

Oleh: H. Dwi Condro Triono, Ph.D
Dalam sebuah acara Islamic Business Coaching (IBC), ada seorang peserta yang mengajukan pertanyaan: “Di dalam sebuah sistem ekonomi seperti sekarang ini, kita sebagai pebisnis muslim, apakah mungkin bisnis kita akan menjadi sukses dan barakah…?”. Untuk menjawabnya, kita dapat membawanya kepada sebuah analogi sederhana. Silakan direnungkan. 

Berbisnis di era sekarang ini, dapat diibaratkan kita masuk ke dalam arena tinju yang sangat besar. Namun, tinju yang dipertandingkan bukan tinju sembarang tinju. Pertandingan tinju yang diselenggarakan adalah pertandingan tinju gaya bebas dan tanpa kelas. Siapapun boleh langsung masuk ring dan boleh langsung bertanding di dalamnya.

Lantas, bagaimana dengan orang Islam yang ingin ikut bertanding di dalamnya? Bagi orang Islam yang ingin ikut bertanding, ternyata terkena aturan yang berasal dari Islam, yaitu: boleh mengikutinya, namun dengan syarat: tidak boleh memukul lawannya. Yang boleh dilakukan hanya satu, yaitu: menghindar dari pukulan lawan. 

Nah, silakan diprediksi sendiri. Mungkinkah pemain Islam akan memenangkan pertandingan? Jawabnya tentu sangat jelas. Secara normal, orang Islam tentu tidak akan pernah bisa memenangkan pertandingan. Jika ada orang Islam yang menang, kemungkinannya hanya dua. Kemungkinan pertama, lawan tandingnya jatuh sendiri karena sakit atau kelelahan. Kemungkinan kedua, orang Islamnya melanggar aturan Islam, yaitu ikut memukul lawannya.

Analogi inilah sesungguhnya yang terjadi dalam percaturan ekonomi di masa sekarang ini. Dalam sistem ekonomi sekarang ini, kita dipersilakan secara bebas untuk mengembangkan bisnisnya. Di dalam sistem ini pula, telah disediakan kebutuhan permodalan yang sangat besar. Semua pebisnis dipersilakan memanfaatkannya, dengan syarat harus mau mengembalikannya ditambah dengan bunga (riba). Maka, siapapun pebisnis yang ingin terus memperbesar perusahaannya, dipersilakan berlomba-lomba untuk menambah modalnya dari memanfaatkan uang di lembaga perbankan tersebut. 

Bagaimana dengan pebisnis muslim? Silakan berbisnis, namun tidak boleh pinjam uang di Bank, karena hukumnya haram. Padahal total asset dana pihak ketiga (DPK) dari masyarakat yang ada di Bank Konvensional sudah mencapai 6000 triliun rupiah. Jika pebisnis muslim diharamkan meminjam uang di bank, lantas siapa yang akan memanfaatkan dana yang super besar jumlahnya tersebut? Silakan dijawab, siapakah yang akan memenangkan pertandingan “tinju” terebut?

Lantas, bagaimana solusinya? Silakan dijawab dengan pemikiran yang jernih. Tawaran solusinya hanya ada dua. Pertama, solusinya adalah dengan membuat ring tinju sendiri, dengan aturan main sendiri. Mulai ring tinju yang kecil-kecilan tidak apa-apa. Yang penting telah berbuat, yang penting telah melakukan “action”…! Solusi kedua, yaitu dengan mengganti aturan main di arena tinju besar tersebut. Diganti dengan apa? Diganti dengan aturan Islam. Mana yang dipilih umat Islam saat ini?

Ternyata, umat Islam sekarang ini lebih memilih solusi pertama, yaitu membuat “ring tinju” sendiri, dengan jalan membangun bank-bank syari’ah sendiri. Bagaimana hasilnya? Setelah berjuang selama kurang lebih 25 tahun, total asset DPK di Bank Syari’ah sudah hampir menyentuh 300 triliun rupiah. Besar atau kecil? Tergantung perbandingannya. Jika dibandingkan dengan total asset DPK di bank konvensional, maka angka itu belum mencapai 5 %-nya. Padahal penduduk muslim di Indonesia mencapai 85 % dari penduduk Indonesia. Artinya, 85 % penduduk muslim Indonesia harus memperebutkan 5 % dari kue permodalan yang disediakan di Indonesia. 

Apakah masih akan dilanjutkan? Ataukah, kita akan melirik kepada solusi kedua? Untuk memilih solusi kedua, ternyata tidak mudah dan tidak sederhana. Kita memerlukan suatu gambaran penataan ekonomi Islam secara menyeluruh atau secara sistemik, untuk menggantikan sistem ekonomi pasar bebas atau kapitalisme.

Bagaimana penataan ekonomi Islam yang sistemik itu? Silakan baca selengkapnya pada buku Ekonomi Islam Madzhab Hamfara Jilid 2: Ekonomi Pasar Syari’ah. Insya Allah, penjelasannya sudah cukup lengkap dan tuntas. Selamat membaca.

Mana yang Benar, Makan Buah Sebelum atau Sesudah Makan?

Posted on Updated on

KOMPAS.com Kebiasaan makan kebanyakan orang biasanya diawali dengan menu utama, kemudian diakhiri dengan makan buah. Namun, ada juga yang makan buah terlebih dahulu, lalu makan menu utama. Lantas, mana yang benar, makan buah sebelum atau sesudah makan?

Sebenarnya tidak ada aturan yang pasti kapan makan buah yang benar, baik sebelum makan atau sesudah makan. Perlu diketahui dan paling penting adalah makan buah dilakukan di saat yang tepat, entah itu saat pagi, siang, atau malam hari. Artinya ketika buah sudah dikupas, dipotong, dan siap disajikan sebaiknya segera dikonsumsi agar kandungan-kandungan nutrisi baik dalam buah dapat optimal bagi tubuh.

Jika sempat didiamkan atau disimpan dalam lemari pendingin atau kulkas, maka kandungan nutrisi baik tersebut akan hilang, karena sudah terpapar oleh sinar matahari, angin, atau panas, sehingga buah tidak lagi memberi dampak optimal bagi tubuh.

Namun, jika tidak ingin gemuk dapat mengonsumsi buah sebelum makan. Kandungan serat dari buah mampu menahan nafsu makan yang muncul karena masih dalam kondisi kenyang. Namun, jika ingin gemuk atau tidak masalah dengan berat badan dapat mengonsumsi buah setelah makan.

Memang ada beberapa orang tertentu seperti penderita maag yang sebaiknya tidak mengonsumsi buah yang rasanya asam seperti nanas sebelum makan. Akan tetapi, bila perut sudah dalam kondisi terisi, maka bisa mengonsumsinya. Begitu juga halnya dalam pengolahan.

Ada beberapa cara pengolahan yang digunakan untuk mengonsumsi buah, yaitu langsung dimakan, diblender, atau dijus. Dari ketiganya tentu yang lebih baik adalah langsung dimakan alias tanpa pengolahan apapun karena kita mendapat segala kandungan nutrisinya dengan utuh.

Jika diblender, kandungan serat dan vitamin masih didapat meski tidak utuh. Namun, jika dijus kandungan seratnya akan hilang, hanya mendapat cairan dan vitamin. Padahal, serat dalam buah memberi banyak manfaat, seperti mempelancar saluran pencernaan, membantu mengikat lemak, dan membantu mengikat gula.

Jadi, konsumsilah buah dalam jumlah yang dianjurkan dan saat yang tepat. (Majalah Intisari)