dogma

​FALLACY OF CIRCULAR ARGUMENT

Posted on

FALLACY OF CIRCULAR ARGUMENT

(c) Fahmi Amhar
FCA itu menarik konklusi dari sebuah premis lalu konklusi itu jadi premis dan premisnya jadi konklusi. Misalnya “Agamaku yang paling benar karena begitu kata Tuhanku seperti yang tertulis dalam kitab suciku. Dan kitab suciku pasti benar karena Tuhanku yang mengatakannya seperti tertulis dalam kitab suciku.”.
FCA itu tidak islami.  Dan aqidah Islam bukan dogma atau doktrin bermetodologi FCA.  Islam bukan benar karena “Qur’an mengatakan Islam agama paling benar.  Dan Qur’an benar karena dia kitab suci umat Islam”.  Tidak.  
Orang hanya akan kuat aqidah Islamnya, kalau dasar aqidahnya, yaitu keyakinan bahwa “Tidak ada Tuhan selain Allah, dan Muhammad adalah utusan Allah” itu berdasarkan rasionalitas yang kokoh.
Yang saya maksud di sini adalah dasar aqidah.  Kalau aqidah seperti berbagai sifat Allah, keberadaan malaikat, kitab-kitab terdahulu, nabi-nabi terdahulu, hari kiamat (juga surga & neraka) serta qadha-qadar, itu jelas sumbernya Qur’an, tidak perlu rasionalitas.  Hanya orang muktazilah yang ingin semua rasional.
Tetapi dasar aqidah yang mengantarkan ke syahadat, wajib rasional.  Karena hanya ini yang dimiliki semua manusia yang sehat akalnya.  
Sampai pada titik bahwa “di balik alam semesta ini ada Dzat Yang Maha Mengatur, dan itu pasti juga Dzat Yang Maha Pencipta, dan itu pasti berbeda dengan semua mahluk, dan itu pasti Esa”, ini bisa dicapai secara rasional.  Inilah Tuhan.
Namun sekedar percaya pada  Tuhan seperti itu, belum cukup.  Kita belum tahu, apa maksud Tuhan menciptakan kita di dunia, apa tugas kita di dunia, bagaimana kita seharusnya hidup di dunia, dan kemana kita setelah mati”, itu Tuhan harus menyampaikan pada kita.  Pakai cara apa?  Dia harus mengirim manusia sebagai utusan yang membawa bukti yang pasti hanya Tuhan yang bisa bikin.  Bukti itu tidak boleh bisa direkayasa manusia.
Ternyata Qur’an memiliki bukti seperti itu.  Dari segi sastrawi, struktur dan juga kandungan yang baru bisa diketahui manusia abad-20/21.  Mustahil seorang Muhammad di abad-7 bisa mengetahuinya.  
Dan karena Qur’an adalah bukti kenabian Muhammad, maka selebihnya Qur’an menjadi acuan hidup kita.  Dari Qur’an juga, Sunnah menemukan dasarnya.  Ijma’ shahabat (Muhajirin & Anshar) menemukan dasarnya.  Dari Sunnah dan Ijma’ shahabat, baik taqlid dan ijtihad menemukan dasarnya.
Jadi islam adalah ajaran yang amat rasional, bukan FCA.